Sepekan Menguat, IHSG Ditutup di 8.271 dan Kapitalisasi Rp 14.941 Triliun

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan data perdagangan saham di BEI selama periode 16—20 Februari 2026 ditutup di zona positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.271 pada akhir pekan ini.

“Pergerakan IHSG selama sepekan juga mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen sehingga ditutup pada level 8.271,767 dari posisi 8.212,271 pada pekan lalu,” tulis BEI dalam keterangannya, dikutip Ahad (22/2/2026).

Seiring dengan penguatan IHSG, BEI juga mencatat nilai kapitalisasi bursa selama sepekan terakhir mengalami peningkatan. “Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 0,35 persen menjadi Rp 14.941 triliun dari Rp 14.889 triliun pada pekan sebelumnya,” terangnya.

Pada periode 16—20 Februari 2026, data perdagangan saham di BEI yang mengalami peningkatan tertinggi ialah rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 11,99 persen menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kemudian, peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yaitu sebesar 3,87 persen menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 3,02 persen menjadi Rp 23,89 triliun dari Rp 23,19 triliun pada pekan sebelumnya.

Adapun investor asing pada akhir pekan ini mencatat nilai beli bersih Rp 240,57 miliar. Sepanjang tahun 2026, investor asing mencatat nilai jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun.

BEI melakukan berbagai kegiatan pada sepekan terakhir. Terdapat satu pencatatan obligasi di BEI. Pada Rabu (18/2/2026), Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk resmi dicatatkan di BEI. Obligasi tersebut memiliki jumlah pokok sebesar Rp 1.150.200.000.000 dan hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi tersebut yaitu idA+ (single A plus) dengan wali amanat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Dengan pencatatan obligasi tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2026 adalah 20 emisi dari 13 emiten senilai Rp 15,71 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 672 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 549,76 triliun dan 134,01 juta dolar AS yang diterbitkan oleh 133 emiten.

“Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp 6.674,24 triliun dan 352,10 juta dolar AS. Selain itu, BEI juga mencatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp 3,69 triliun,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |