Satu Keluarga Ditemukan Tewas Saat Glamping di Objek Wisata Temanggung, Ini Kronologinya

7 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, ditemukan meninggal saat sedang berwisata glamping di objek wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.

"Benar, telah ditemukan empat orang meninggal dunia di salah satu tempat wisata di Kabupaten Temanggung. Keempat korban merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang," ungkap Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra ketika memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Kabupaten Temanggung, Kamis (28/5/2026).

Keempat korban tersebut yakni MAM (52 tahun), M (43 tahun), AEH (17 tahun) dan BAH (21 tahun). Komang mengatakan, MAM dan M bekerja sebagai pedagang. Sedangkan AEH dan BAH berstatus pelajar.

Komang mengungkapkan, berdasarkan fakta yang dihimpun kepolisian, satu keluarga asal Ambarawa itu tiba di objek wisata Posong pada Selasa (26/5/2026), sekitar pukul 22:00 WIB. Mereka kemudian melakukan reservasi tempat glamping.

Komang mengatakan, keanehan mulai terjadi keesokan harinya, yakni pada Rabu (27/5/2026), sekitar pukul 11:30 WIB. Saat itu, seorang petugas tempat wisata bernama Zaki mendatangi TKP untuk melakukan pembersihan area sekaligus mengingatkan waktu check-out. Namun Zaki tak memperoleh respons dari ruang glamping yang diinapi para korban.

Pukul 15:45 WIB, Zaki kembali mendatangi TKP dan mengetuk pintu. Karena tetap tak memperoleh respons, petugas akhirnya membuka pintu tersebut. "Saat tenda dibuka, diketahui empat orang sudah meninggal dunia dalam kondisi kaku. Setelah itu petugas menghubungi polsek dan dilakukan olah TKP," kata Iptu Komang.

Dia menambahkan, setelah menerima laporan kejadian tersebut, tim Satreskrim dan Inafis Polres Temanggung langsung mendatangi TKP. Dalam proses olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain peralatan barbeque serta sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh para korban.

"Untuk penyebab pasti kematian korban, saat ini masih dilakukan penyelidikan mendalam oleh petugas. Saat ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng juga sedang melaksanakan pemeriksaan autopsi terhadap jenazah para korban untuk mengetahui penyebab medis kematian mereka," ujar Iptu Komang.

Dia menambahkan, sampel makanan yang dibawa oleh para korban juga tenga diperiksa tim Labfor Polda Jateng.

Read Entire Article
Politics | | | |