Menjaga kebersihan organ initim wanita (ilustrasi). Penggunaan terlalu banyak produk kimia dinilai berisiko merusak keseimbangan alami vagina.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produk kebersihan organ intim wanita kini cukup menjamur, mulai dari jenis sabun pembersih, tisu basah, hingga semprotan kewanitaan yang menjanjikan rasa percaya diri dalam satu kemasan botol. Namun, di balik strategi pemasaran ini, terselip narasi yang sering kali membuat perempuan merasa bahwa kondisi alami tubuh mereka perlu diperbaiki, padahal vagina memiliki mekanisme pembersihan diri yang luar biasa.
Direktur di Malik Radix Healthcare, India, dr Renu Malik, mengatakan, dalam hal kesehatan intim, prinsip lebih sedikit justru lebih baik adalah kunci utamanya karena penggunaan terlalu banyak produk kimia justru berisiko merusak keseimbangan alami. "Tubuh memiliki sistem pertahanan alami. Vagina mengandung bakteri baik (Lactobacilli) yang melindungi dari infeksi,” kata dia dikutip dari laman Hindustan Times pada Kamis (28/5/2026).
Tubuh manusia sudah dirancang cukup efisien untuk mencegah bakteri jahat berkembang biak melalui produksi cairan alami tanpa memerlukan bantuan eksternal yang kuat. Salah satu taktik pemasaran yang paling sering menyerang rasa percaya diri perempuan adalah isu mengenai aroma, padahal secara alami vagina memang memiliki aroma khas yang sepenuhnya normal.
Mempercayai mitos bahwa area intim harus tidak berbau justru memicu ketakutan yang membuat perempuan cenderung menggunakan produk-produk tersebut secara berlebihan, yang pada akhirnya malah mengganggu ekosistem pelindung yang ingin dijaga. Beberapa produk kebersihan bahkan dianggap berbahaya, seperti praktik douching yang dapat membunuh bakteri baik dan meningkatkan risiko infeksi hingga penyakit radang panggul.
Selain itu, penggunaan produk berpewangi sering kali memicu rasa perih, kulit kering, reaksi alergi, hingga infeksi jamur, sementara pencucian yang terlalu sering dengan sabun pembersih dapat menghancurkan ekosistem bakteri pelindung. Kebiasaan ini juga menciptakan siklus ketergantungan palsu di mana seseorang merasa tidak bisa bersih tanpa produk tersebut, yang justru memicu lingkaran masalah kesehatan baru.

10 hours ago
19

















































