RSCM: Masyarakat Bisa Akses Layanan BPJS di RS Meski PBI Nonaktif

3 hours ago 5

Pasien dirawat di RSCM. RSCM terus memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu. Sementara persoalan administrasi dapat diselesaikan kemudian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menegaskan pelayanan kesehatan di rumah sakit tetap berjalan bagi seluruh pasien, terutama dalam kondisi darurat. Hal tersebut meski status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sedang tidak aktif.

"RSCM selalu menerapkan patient first. Layani pasiennya dulu, administrasi belakangan," ujar Direktur Medis dan Keperawatan RSCM dr Renan Sukmawan dalam keterangan, Jumat (13/2/2026). Pernyataannya merespons isu penolakan pasien BPJS PBI nonaktif yang sempat ramai diperbincangkan.

Ia menegaskan RSCM terus memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan medis terlebih dahulu. Sementara persoalan administrasi dapat diselesaikan kemudian.

Menurut dia, keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan, termasuk bagi peserta PBI yang status kepesertaannya belum aktif. Renan menjelaskan untuk kasus penyakit katastropik atau kondisi yang mengancam nyawa, sistem akan melakukan aktivasi secara otomatis.

Ia pun berharap informasi ini dapat memberikan rasa tenang di masyarakat.

Oleh karenanya, Renan kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu datang ke rumah sakit meski menghadapi kendala administrasi atau pembiayaan. "Setiap saat kami akan layani. Jangan pikir administrasi. Bahkan kalau misalnya memang tidak ada dana sama sekali, tidak akan kami permasalahkan, yang penting nyawanya bisa tertolong," katanya.

Selain memastikan keberlangsungan layanan, RSCM juga terus memperkuat kapasitas pelayanan. Khususnya ketersediaan jumlah tempat tidur.

Peningkatan kapasitas dilakukan seiring meningkatnya jumlah pasien yang datang setiap tahun, dengan mayoritas merupakan kasus rujukan penyakit berat yang membutuhkan penanganan intensif.

"RSCM terus mengembangkan kapasitasnya, dari sebelumnya dua tahun yang lalu, 900 tempat tidur, sekarang 1.280," kata Renan Sukmawan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |