Petugas pendorong kursi roda melayani jamaah calon haji Indonesia di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Ahad (3/5/2026). Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jamaah untuk menggunakan jasa petugas pendorong kursi roda resmi demi keamanan serta kepastian harga dengan tarif yang telah ditetapkan sebesar 300 riyal Arab Saudi (SAR) untuk masa pra puncak haji dan 350 SAR pada pasca puncak haji.

Oleh: Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi (Media Center Haji 2026)
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Tingginya jumlah jamaah lanjut usia pada musim haji 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi operasional layanan kedatangan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. Petugas haji Indonesia kini tidak hanya bertugas mengatur alur kedatangan, tetapi juga aktif mengambil alih pendampingan jamaah lansia dan pengguna kursi roda yang datang tanpa keluarga pendamping.
Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Arab Saudi, Abdul Basir, mengatakan hingga Selasa (12/5/2026), sebanyak 141.161 jamaah dari 365 kloter telah tiba di Arab Saudi. Dari jumlah itu, sekitar 30.658 orang merupakan jamaah lansia.
"Masih banyak ditemukan jamaah lansia dan pengguna kursi roda yang datang tanpa pendamping. Karena itu petugas langsung membantu mendorong kursi roda dan mendampingi jamaah selama proses layanan kedatangan," ujar Basir.
Menurutnya, layanan pendampingan menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah sejak tiba di bandara hingga diberangkatkan menuju Makkah.
Selain persoalan lansia, petugas juga masih menemukan sejumlah kendala lain di lapangan, seperti jamaah yang belum sempurna ihramnya, barang bawaan tertinggal di area pemeriksaan, hingga paspor rusak akibat sobek atau terkena stepler.
Untuk jamaah yang belum menyempurnakan ihram, petugas memberikan bimbingan ulang serta membantu memandu pengucapan niat umrah sebelum jamaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
"Petugas membantu jamaah menyempurnakan ihram dan mengulang niat umrah agar ibadah tetap sesuai ketentuan," kata Basir.
Sementara bagi jamaah yang mengalami masalah dokumen, terutama paspor rusak, petugas melakukan pendampingan khusus saat proses pemeriksaan imigrasi.
PPIH Arab Saudi juga menangani persoalan penempatan jemaah yang terpisah hotel atau pecah rombongan dengan berkoordinasi langsung bersama Daerah Kerja Makkah.
Menurut Basir, dinamika layanan kedatangan merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam operasional haji berskala besar. Namun, kesiapan petugas di lapangan menjadi kunci agar setiap persoalan dapat segera ditangani tanpa mengganggu kenyamanan jemaah.
"Intinya, kami memastikan seluruh jemaah tetap terlayani dengan baik sejak tiba di bandara hingga menuju hotel di Makkah," ujarnya.

1 hour ago
3

















































