Purnawirawan Jenderal Peringatkan Israel akan Runtuh Sebelum Berusia 100 Tahun, Ini Alasannya

3 hours ago 3

Tentara Israel menahan seorang demonstran selama protes yang menyerukan kembalinya warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka di kamp pengungsi Nur Shams, di kota Tulkarem, Tepi Barat, Ahad, 23 November 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Peringatan mengejutkan datang dari purnawirawan Mayor Jenderal Israel Itzhak Brik pada Ahad (8/2/2026). Ia menyatakan Israel terancam runtuh sebelum mencapai Peringatan 100 tahun berdirinya otoritas penjajah itu pada 2048. 

Alasan mengapa Israel bisa ambruk yakni 'perpecahan internal' yang mendalam serta keterasingan di kalangan internasional.  Situasi itu semakin meningkat, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Brik menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh harian Maariv dengan judul "Israel berada di jalan menuju kehancuran, dan hanya ada satu cara untuk menyelamatkannya."

"Ketika saya mencoba melihat ke depan, saya mendapati diri saya bertanya: akankah Negara Israel mencapai usia 100 tahun?" tulis Brik dilansir Middle East Monitor. 

Israel didirikan pada 1948 di tanah yang direbut oleh kelompok bersenjata Zionis yang melakukan pembantaian dan menggusur ratusan ribu warga Palestina.

Pada tahun 1967, Israel menduduki sisa wilayah Palestina dan terus menolak penarikan pasukan dan pembentukan negara Palestina.

Brik mengatakan bahwa Israel, selama beberapa dekade, telah menjadi masyarakat yang 'terpecah dari dalam'. Hal itu, kata ia, ditandai oleh kebencian mendalam antara kelompok-kelompok sosial, gerakan kanan dan kiri, serta antara Yahudi dan Arab. Ini adalah sebuah keretakan yang menurutnya meresap ke dalam semua aspek kehidupan.

Merujuk pada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Brik mengatakan Israel dipimpin oleh kepemimpinan yang memprioritaskan kelangsungan politik di atas kepentingan publik. Brik menggambarkan kepemimpinan Israel berpandangan sempit dan tanpa arah.

Mengenai posisi Israel di kancah global, Brik mengatakan bahwa Israel semakin dipandang secara internasional sebagai negara yang "menimbulkan rasa jijik". Banyak warga Israel yang bahkan akhirnya memilih untuk beremigrasi ke luar negeri.

Data yang dirilis pada 28 Januari oleh Biro Statistik Pusat Israel menunjukkan peningkatan 39% dalam emigrasi dari Israel pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Read Entire Article
Politics | | | |