Ilustrasi pengelolaan keuangan.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ratusan pelajar SMP di Kota Bandung bakal dibekali literasi keuangan secara seperti belajar tentang pencatatan sederhana pengeluaran keuangan, pembelajaran keuangan melalui diskusi hingga pengambilan keputusan didampingi orang tua. Pembelajaran itu lewat program JA SparktheDream merupakan aplikasi dari program literasi keuangan.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F Manik mengatakan anak-anak semakin cepat memperoleh informasi tentang berbagai pilihan finansial serta risikonya di era digital. Dengan momen itu, pihaknya ingin menghadirkan pembelajaran literasi keuangan yang relevan dengan keseharian mereka melibatkan orang tua dan sekolah.
"Kami percaya literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini di rumah dan sekolah akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan," ucap dia, Senin (9/2/2026).
Ia menuturkan literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa masih tertinggal di angka 56,42 persen berdasarkan data otoritas jasa keuangan (OJK). Sedangkan di satu sisi generasi muda terus tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang kompleks dan kemudahan akses layanan.
"Termasuk dompet digital, yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai," kata dia.
Direktur Eksekutif Organisasi Nirlaba Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati mengatakan guru akan dilibatkan jangka panjang dalam program literasi keuangan untuk pelajar. Ia menyebut guru akan dibekali metodologi, materi, dan pembelajaran yang daapt diadaptasi dalam kurikulum literasi keuangan di sekolah
Ia melanjutkan kehadiran sukarelawan FWD Insurance turut memperkaya proses belajar. Sehingga guru dan siswa memperoleh perspektif yang utuh antara teori, praktik, dan realitas di lapangan.
Program JA SparktheDream tahun ke empat yaitu literasi keuangan bakal dilakukan kepada 2.300 siswa SMP di Jabodetabek, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo hingga Denpasar yang berlangsung hingga November tahun 2026. Sebelumnya tahun 2025, 6.000 pelajar telah ikut berpartisipasi.
Pembelajaran disampaikan fasilitator PJI bersama guru dan sukarelawan FWD Insurance melalui sesi kelas, platform pembelajaran daring, serta aktivitas rumah bersama keluarga. Mereka akan mempraktikkan langsung pembelajaran keuangan, pencatatan sederhana pengeluaran, serta pengambilan keputusan finansial didampingi orang tua.

2 hours ago
3















































