DPK 2025 Tumbuh 14,6 Persen, Bos BTN Bongkar Resepnya

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan meningkatnya kepercayaan masyarakat turut memicu perolehan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi yang tumbuh 14,6 persen yoy menjadi Rp 437,39 triliun pada akhir 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 381,66 triliun. Nixon menyebut pertumbuhan DPK BTN yang mencapai dua digit salah satunya didukung akselerasi transaksi digital, terutama melalui superapp Balé by BTN.

"BTN membukukan jumlah pengguna (user) Balé by BTN yang tumbuh pesat 66,1 persen yoy menjadi 3,7 juta hingga akhir 2025 dibandingkan 2024 sebanyak 2,2 juta," ujar Nixon saat konferensi pers paparan kinerja 2025 di Menara BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Nixon menyebut peningkatan jumlah user turut mendongkrak jumlah transaksi Balé yang melonjak 79,2 persen yoy menjadi 2,21 miliar per 31 Desember 2025 dari tahun sebelumnya sebanyak 1,23 miliar. Sementara itu, nilai transaksi menembus Rp 103,6 triliun, naik 27,7 persen yoy dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 81,1 triliun.

Nixon mengatakan saldo user Balé by BTN terus meningkat. Hal itu tercermin dari kontribusinya sebesar Rp 22,8 triliun terhadap DPK BTN hingga akhir 2025 atau naik 15,3 persen yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,7 triliun.

“Nominal saldo rata-rata pengguna Balé lebih tinggi sehingga turut mendorong pertumbuhan DPK BTN terutama transaksi dana murah," sambung Nixon.

Nixon mengatakan pihaknya akan terus mendorong posisi Balé by BTN sebagai superapp yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik terkait kebutuhan perumahan maupun berbagai kebutuhan lifestyle lainnya. Ia menambahkan pertumbuhan bisnis yang positif tersebut juga diiringi peningkatan kualitas kredit sepanjang 2025, tercermin dari rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross yang menurun ke level 3,1 persen dari tahun sebelumnya 3,2 persen.

"Sebagai upaya memperbaiki struktur risiko, BTN melakukan peningkatan pencadangan atau NPL coverage menjadi 123,9 persen pada akhir 2025, naik 856 bps dari tahun sebelumnya di level 115,4 persen," sambung Nixon.

BTN, lanjut dia, juga memperkuat permodalan sebagai buffer risiko sekaligus menopang ekspansi bisnis. Hal ini terlihat dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang berada di level 20,9 persen per 31 Desember 2025, naik 240 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 18,5 persen.

"BTN memproyeksikan NPL dapat menurun hingga di bawah tiga persen pada akhir 2026 sejalan dengan membaiknya kualitas kredit," kata Nixon.

Read Entire Article
Politics | | | |