Tiga butir buah kurma terlihat di Masjid Khadija, Berlin, Jerman, Ahad (2/3/2025). Ilustrasi Ramadhan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi memiliki tujuan agung yang ditegaskan langsung dalam Alquran, yakni membentuk insan bertakwa. Dalam Alquran, tepatnya Surat Al-Baqarah Ayat 183, Allah mewajibkan puasa kepada orang-orang beriman agar bertakwa. Lalu, mengapa takwa yang menjadi muara akhir ibadah puasa? Apa istimewanya derajat takwa hingga dijadikan tujuan utama dari salah satu rukun Islam ini?
Pada Surat Al Baqarah Ayat 183 dikatakan bahwa puasa diwajibkan kepada orang-orang yang beriman agar bertakwa. Dari redaksi Alquran pada ayat tersebut ada indikasi bahwa tujuan dari puasa adalah ketakwaan. Kenapa harus takwa yang menjadi tujuan akhir puasa?
Simak dahulu Surat Al Baqarah Ayat 183 ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al Baqarah Ayat 183)
Ustaz Firman Arifandi dalam buku Nanya-Nanya Seputar Ramadhan terbitan Rumah Fiqih menerangkan bahwa prinsip takwa sebenarnya bukan hal yang sepele dalam agama Islam.
"Ada keuntungan paten yang tak terkalahkan dengan gemilang duniawi saat seseorang sudah sampai pada tingkat takwa ini," tulis Ustaz Firman Arifandi dalam bukunya.

3 hours ago
5














































