Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia resmi memasuki fase tinjauan teknis dalam proses aksesi menjadi anggota penuh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian Jakarta, Kamis (11/12/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto enggan mengomentari keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dengan negosiasi perjanjian Agreement of Reciprocal Tariffs (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Airlangga menyebut pengumuman perjanjian ART hanya berfokus membahas soal hasil kesepakatan hubungan ekonomi.
"Saya jawab, press release ini untuk membicarakan ART dan terkait dengan Board of Peace nanti akan diatur dalam sesi tersendiri dengan Pak Menteri Luar Negeri," ujar Airlangga dalam konferensi pers terkait Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (AS) pada Jumat (20/2/2026).
Dalam ART ini, lanjut dia, ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, mulai dari pertanian maupun industri, minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang, yang tarifnya adalah nol persen. Khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, ucap dia, AS juga akan memberikan tarif nol persen dengan mekanisme tarif rate kuota.
"Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia," ucap Airlangga.
Airlangga menyampaikan Inddonesia juga komitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk AS dengan tarif nol persen karena utamanya Indonesia mengimpor produk pertanian kemudian juga soya bean. Dia mengatakan masyarakat Indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soya bean dalam hal ini noodle atau pun dalam bentuk tahu dan tempe.

3 hours ago
5














































