REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran asal China, Xingtong Group, untuk membuka peluang penempatan pelaut Indonesia di armada tanker internasional. Kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan bisnis maritim kedua perusahaan.
Direktur PMSol Joko Pramono mengatakan, kerja sama ini merupakan kemitraan perdana perusahaan dengan operator pelayaran asal China. Menurut dia, langkah tersebut diharapkan memperluas akses pelaut Indonesia ke pasar kerja internasional.
“Kolaborasi ini tidak hanya membuka peluang bagi pelaut Indonesia untuk berkarier di armada internasional, tetapi juga memperluas sinergi pada berbagai layanan bisnis maritim,” kata Joko, dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Melalui kerja sama tersebut, PMSol akan menjadi mitra penyedia awak kapal Indonesia untuk armada tanker milik Xingtong Group. Perseroan akan menangani proses rekrutmen, seleksi, pelatihan, hingga pengelolaan awak kapal.
Selain penempatan awak kapal, kedua perusahaan akan mengembangkan talent pool pelaut Indonesia, menyusun jenjang karier, melakukan evaluasi kinerja awak kapal, serta mengembangkan sistem digital untuk pengelolaan kru kapal.
Kerja sama juga mencakup pengembangan layanan maritim lainnya, seperti manajemen kapal, manajemen keselamatan, inspeksi kapal sesuai standar internasional, operasi kapal, hingga pengelolaan rantai pasok kebutuhan kapal.
Joko mengatakan, meningkatnya kebutuhan tenaga pelaut di industri pelayaran internasional menjadi peluang bagi pelaut Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar global. Karena itu, PMSol akan terus memperluas kemitraan dengan perusahaan pelayaran di berbagai negara.
“Ke depan, PMSol akan terus memperluas kemitraan global untuk memperkuat posisi Pertamina Group sebagai pemain maritim yang kompetitif di tingkat internasional,” ujarnya.
Xingtong Group merupakan perusahaan pelayaran kimia asal China yang mengoperasikan 52 armada bulk liquid chemical tanker dengan total kapasitas sekitar 725,9 ribu deadweight ton (DWT). Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat hubungan bisnis maritim Indonesia dan China sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi pelaut Indonesia.

7 hours ago
12











































