REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Sebanyak 60 disabilitas rungu dari pengemudi ojek online (ojol) dari Jabodetabek Pelatihan Pengelolaan Keuangan, Safety Riding, dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Kegiatan yang digelar Ruang Amal Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI dan IFG Life ini dilangsungkan di Ruang Heritage, Gedung Kemenko PM,
Jakarta, pada Senin (21/09/2026).
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM, Dyah Tri Kumolosari, menyampaikan bahwa melalui dukungan pada program tersebut, pihaknya ingin memastikan komitmen pemerintah terhadap penyandang disabilitas bukan hanya wacana.
“Penyandang disabilitas adalah prioritas, bukan pelengkap," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/2026).
Dia mengatakan pembangunan Indonesia adalah pembangunan yang inklusif, termasuk bagi teman-teman penyandang disabilitas.
"Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” kata dia.
Menurutnya, program kolaborasi ini dapat membantu mewujudkan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas, dalam hal ini pengemudi ojek online (ojol) tunarungu.
“Kami dari Kemenko PM memberikan penghargaan, penghormatan yang luar biasa kepada kawan-kawan driver ojol. Kami ingin memastikan, ketika teman-teman turun ke jalan itu aman dalam berkendara, dan mendapat akses jaminan sosial ketenagakerjaan,” tegasnya.
Dalam sambutannya, dia juga menyampaikan apresiasi kepada Ruang Amal Indonesia, IFG Life, dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie, menyampaikan bahwa acara tersebut diikuti oleh pengemudi ojol tunarungu yang tergabung dalam Komunitas Ojol Tunarungu Relawan
Indonesia (KOTRI).
“Kegiatan hari ini diikuti oleh 60 peserta dari Jabodetabek, dan di Jabodetabek sendiri jumlah pengemudi ojol tunarungu ada sekitar 1.300 orang. Kegiatan ini merupakan kali kedua dengan
IFG Life,” jelas Slamet.
Menurutnya, pengemudi ojol merupakan salah satu kelompok rentan dalam dunia kerja di Indonesia, sehingga perlu difasilitasi terkait literasi keuangan dan juga safety riding untuk memastikan keberlanjutan aktivitas ekonominya.
“Terima kasih kepada Kemenko PM, IFG Life, DPLK IFG Life, BPJSKetenagakerjaan, KOTRI, dan antusiasme teman-teman pengemudi ojol,” ucapnya.

2 hours ago
4

















































