Pertamina Eco RunFest 2026 Jadi Gerakan untuk Sehatkan Manusia dan Lingkungan

53 minutes ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketika dunia terus berubah, manusia tetap menjadi pusat dari setiap perubahan. Semangat inilah yang dibawa Pertamina melalui Pertamina Eco RunFest 2026, dengan mengajak masyarakat untuk bergerak lebih sehat sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Project Manager Pertamina Eco RunFest 2026, Didi Andrian Indra Kusuma, mengatakan Eco RunFest tidak lagi ingin dilihat sekadar sebagai event lari atau festival musik, melainkan sebagai sebuah movement yang mendekatkan manusia dengan kesehatan, sesama, dan lingkungan.

“Intinya kami ingin semakin menguatkan aspek eco dan menjadikan human sebagai core dari pergerakan ini,” ujar Didi pada hari kedua IdeaFest 2026 di JCC, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Semangat rehumanize yang menjadi tema IdeaFest 2026 tersebut diterjemahkan melalui tujuh inisiatif keberlanjutan. Bagi Didi, penggunaan nama “Eco” membawa tanggung jawab besar karena pesan keberlanjutan tidak boleh berhenti pada slogan. Setiap elemen acara, mulai dari rangkaian kegiatan, kolaborator, hingga pengalaman peserta, harus mampu merepresentasikan komitmen tersebut.

“Eco itu tiga huruf yang punya makna luas, tetapi responsibility-nya juga sangat luas. Kami ingin memastikan promise yang kami sampaikan benar-benar bisa kami deliver,” katanya.

Inisiatif pertama adalah Eco Jersey, yang membawa prinsip ekonomi sirkular ke dalam pakaian para pelari. Jersey dibuat dengan memanfaatkan material dari limbah botol plastik dan tekstil. Tahun ini, Pertamina berkolaborasi dengan Manta Liberta dalam pengembangan material tersebut. Inisiatif ini diproyeksikan dapat menyerap pemanfaatan sekitar 210.000 botol plastik atau sekitar 2,5 ton sampah plastik.

Berikutnya adalah Eco Innovation, yang membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut mencari solusi atas persoalan sampah. Pertamina berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui roadshow ke SMP dan SMA, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan inovasi pengolahan sampah di lingkungan sekolah.

Pesan keberlanjutan juga diperkuat melalui Eco Talent, dengan melibatkan KOL, kru, dan para artis sebagai bagian dari penyampaian pesan mengenai kebiasaan ramah lingkungan. Sementara Eco Production menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam produksi acara, antara lain melalui optimalisasi material daur ulang dan material sewaan, penggunaan kembali elemen produksi tahun sebelumnya, serta pemanfaatan unsur greenery.

Pada sisi pengelolaan sampah, Eco Waste Management diterapkan sejak rangkaian road to event hingga acara utama. Targetnya bukan sekadar mengurangi penggunaan plastik, tetapi memastikan material yang digunakan dapat dikumpulkan dan diolah kembali.

“Goals kami bukan untuk menghilangkan plastik, tetapi mengoptimalkan pengolahannya. Harapannya semua sampah bisa kita olah untuk menjadi sesuatu di kemudian hari,” katanya.

Dua inisiatif lainnya melengkapi rangkaian tersebut, yakni Eco Mission dan Eco Education. Melalui Eco Mission, seluruh keuntungan penjualan tiket dialokasikan untuk mendukung program lingkungan yang memberikan manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan ruang publik. Sementara Eco Education menghadirkan sustainability dashboard dan carbon calculator agar peserta dapat memahami jejak lingkungan dari aktivitas mereka.

“Dengan demikian, tujuh inisiatif Eco Jersey, Eco Innovation, Eco Mission, Eco Talent, Eco Production, Eco Waste Management, dan Eco Education ini dirancang agar pesan keberlanjutan tidak berhenti ketika acara selesai,” katanya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Eco RunFest diharapkan tidak hanya menghadirkan pengalaman berlari, tetapi juga mendorong kebiasaan yang lebih sehat dan kepedulian terhadap lingkungan yang dapat terus dibawa peserta dalam kehidupan sehari hari.

Pelari Internasional

Keterlibatan pelari internasional turut menjadi bagian dari karakter Eco RunFest sebagai ajang yang telah memperoleh World Athletics Label Road Race. Pertamina Eco RunFest juga tercantum dalam kalender resmi World Athletics sebagai Label Road Race di Jakarta.

Menurut Didi, status tersebut membuat kehadiran pelari internasional menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Eco RunFest.

“Selain membuka pendaftaran secara umum, kami juga mencari perwakilan dari berbagai negara yang memang sudah mempunyai level elite,” katanya.

Kehadiran atlet elite dari berbagai negara diharapkan semakin memperkuat kualitas kompetisi sekaligus menempatkan Eco RunFest sebagai ajang lari Indonesia yang terhubung dengan ekosistem olahraga internasional.

Read Entire Article
Politics | | | |