Warga membersihkan mobilnya yang terkena abu vulkanik Gunung Merapi di Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad (21/1/2024). Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada (21/1) pukul 14:12 WIB dengan jarak luncur maksimal 2400 meter ke Barat Daya dan sejumlah wilayah lereng timur terdampak hujan abu vulkanik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) digemparkan oleh kondisi abu vulkanik yang menempel cukup tebal pada kendaraan mereka. Abu vulkanik yang terbawa hingga kawasan Jabodetabek bukan sekadar debu biasa yang dapat dibersihkan dengan sekali usap. Partikel mineral dan pecahan material vulkanik yang bersifat keras dan abrasif justru dapat meninggalkan goresan halus pada bodi maupun kaca kendaraan jika dibersihkan secara sembarangan.
“Partikelnya dapat mengandung material mineral dan pecahan vulkanik yang keras serta abrasif. Kalau langsung dilap atau digosok dalam keadaan kering, bisa menimbulkan goresan halus pada clear coat maupun kaca,” kata Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, Ahad (6/9/2026).
Menurut dia, risiko terhadap kendaraan tidak hanya berasal dari sifat abrasif abu. Ketika abu bercampur dengan air, embun, atau gerimis kemudian dibiarkan menempel dalam waktu lama, endapan tersebut berpotensi menciptakan kondisi yang lebih korosif terhadap permukaan kendaraan.
Karena itu, pemilik kendaraan yang belum terpapar abu disarankan memarkirkan mobil di tempat tertutup.
Penggunaan penutup mobil atau car cover juga dapat dilakukan, tetapi permukaan kendaraan sebaiknya sudah bersih.
Sebaliknya, jangan memasang atau menggeser car cover pada mobil yang sudah dipenuhi abu karena gesekan kain dengan partikel vulkanik dapat memperbesar risiko baret.
Untuk kendaraan yang sudah terkena abu, langkah pertama justru bukan mengambil kain lap.
sumber : ANTARA

3 hours ago
8













































