KDM Intruksikan PJJ untuk Sekolah di Jabar yang Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

1 hour ago 1

Ahad 06 Sep 2026 20:20 WIB

Kepala sekolah sudah bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem belajar online.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengintruksikan kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak tinggi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Foto: Pemprov Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengintruksikan kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak tinggi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengintruksikan kepala sekolah untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sekolah yang terdampak tinggi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia mencontohkan wilayah Sukabumi dan Bogor yang terdampak abu vulkanik tinggi.

"Para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026 bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring di rumahnya masing-masing," ucap dia, Ahad (6/9/2026).

Gubernur yang akrab disapa KDM itu menuturkan wilayah Bogor dan Sukabumi serta daerah lain yang terdampak abu vulkanik tinggi dapat menyelenggarakan PJJ. KDM menyebut kepada para kepala sekolah dapat mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan kondisi di lapangan.

"Semoga kita semua bisa menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya dengan mempertimbangkan kesehatan, keselamatan," kata mantan bupati Purwakarta ini.

Read Entire Article
Politics | | | |