Pemerintah Siapkan 6 Miliar Dolar untuk Industri Tekstil

1 hour ago 1

Pemerintah siapkan 6 miliar dolar pendanaan bersama untuk padat karya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia akan mengalokasikan dana sebesar 6 miliar dolar AS untuk mendukung industri padat karya, terutama di sektor tekstil, melalui skema co-invest dan co-financing. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis malam.

Pemerintah berupaya meningkatkan nilai ekspor industri tekstil yang saat ini tercatat sekitar 4 miliar dolar AS, dengan potensi peningkatan hingga sepuluh kali lipat dalam sepuluh tahun ke depan. Peningkatan ini didukung oleh perjanjian dagang dengan berbagai blok utama dunia, termasuk Eropa, Asia, dan China, serta pembicaraan dagang yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat.

Airlangga menyatakan, dengan populasi dunia sekitar 8 miliar orang, permintaan terhadap produk sandang dan alas kaki akan terus terjaga. Ia menekankan bahwa pasar untuk industri padat karya tetap terbuka dan berkelanjutan meski ada persepsi industri ini sebagai sunset industry.

Peluang dan Keunggulan Kompetitif

Pemerintah menilai bahwa persepsi negatif terhadap industri tekstil tidak sepenuhnya tepat. Beberapa merek global seperti Nike, Adidas, dan Zara terus menunjukkan pertumbuhan dan memperluas industrinya. Oleh karena itu, pemerintah mendorong sektor jasa keuangan untuk tetap membuka akses pembiayaan bagi subsektor padat karya seperti sepatu, tekstil, garmen, dan furnitur.

Airlangga menambahkan bahwa secara global, Indonesia berada di peringkat kelima sebagai negara dengan potensi besar dalam industri tekstil. Meskipun pernah mengalami pergeseran akibat perubahan orientasi usaha, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dari segi energi dan biaya tenaga kerja dibandingkan Vietnam dan China. Biaya listrik dan air di Indonesia juga lebih kompetitif dibandingkan negara-negara seperti China, Vietnam, dan Thailand.

“Tidak ada alasan Indonesia tidak bisa mengembalikan kekuatan kita di sektor padat karya,” ujar Airlangga, menegaskan perlunya re-invest dalam industri tersebut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |