Pascabanjir Bandang, Warga Ketambe Aceh Mendulang Emas demi Bertahan Hidup

1 day ago 8

Warga mendulang emas dari material sisa banjir bandang di Desa Bener Berpapah, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (2/2/2026). Warga Desa Bener Berpapah memanfaatkan material banjir bandang untuk mendulang emas karena adanya informasi kandungan emas dari material banjir bandang serta hilangnya mata pencaharian sebagai petani akibat rusaknya areal persawahan dan perkebunan di desa tersebut. (FOTO : ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Sejak pagi hingga sore hari, Sungai Alas dipadati warga dari berbagai kalangan usia. Mereka mengais pasir sungai menggunakan peralatan sederhana seperti dulang tradisional, sekop kecil, dan saringan buatan. Mayoritas pendulang merupakan kepala keluarga yang kehilangan sumber pendapatan akibat banjir yang merusak kebun, lahan pertanian, serta menghanyutkan ternak. (FOTO : ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Banjir bandang yang terjadi akhir tahun lalu telah menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat Ketambe. Dalam kondisi tersebut, mendulang emas menjadi salah satu pilihan yang dianggap paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. (FOTO : ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Aktivitas mendulang emas di Sungai Alas sejatinya bukan fenomena baru. Menurut warga, Sungai Alas dikenal sejak lama memiliki kandungan emas aluvial yang terbawa arus dari wilayah hulu. Namun, pascabanjir bandang, jumlah warga yang turun ke sungai meningkat signifikan di lokasi itu. Endapan pasir baru yang terbentuk akibat banjir diyakini mengandung lebih banyak butiran emas, sehingga memunculkan harapan di tengah keterbatasan ekonomi. (FOTO : ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Warga mendulang emas dari material sisa banjir bandang di Desa Bener Berpapah, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (2/2/2026).

Warga Desa Bener Berpapah mendulang emas karena adanya informasi kandungan emas dari material banjir bandang serta hilangnya mata pencaharian sebagai petani akibat rusaknya areal persawahan dan perkebunan di desa tersebut.

Sejak pagi hingga sore hari, Sungai Alas dipadati warga dari berbagai kalangan usia. Mereka mengais pasir sungai menggunakan peralatan sederhana seperti dulang tradisional, sekop kecil, dan saringan buatan. Mayoritas pendulang merupakan kepala keluarga yang kehilangan sumber pendapatan akibat banjir yang merusak kebun, lahan pertanian, serta menghanyutkan ternak.

Banjir bandang yang terjadi akhir tahun lalu telah menghentikan aktivitas ekonomi masyarakat Ketambe. Dalam kondisi tersebut, mendulang emas menjadi salah satu pilihan yang dianggap paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Aktivitas mendulang emas di Sungai Alas sejatinya bukan fenomena baru. Menurut warga sungai ini dikenal sejak lama memiliki kandungan emas aluvial yang terbawa arus dari wilayah hulu.

Namun, pascabanjir bandang, jumlah warga yang turun ke sungai meningkat signifikan di lokasi itu. Endapan pasir baru yang terbentuk akibat banjir diyakini mengandung lebih banyak butiran emas, sehingga memunculkan harapan di tengah keterbatasan ekonomi.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Politics | | | |