Panduan Doa dan Amalan Nisfu Sya'ban, Malam Dimana Doa tak Tertolak

2 days ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, Syaban merupakan salah satu bulan yang istimewa di dalam Kalender Islam. Banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan ini. 'Bulan pemanasan' menjelang datangnya Ramadhan ini pun memiliki momentum penting yakni Nisfu Syaban atau  yang jatuh pada setiap tanggal 15 Syaban. Malam nisfu Syaban pada tahun 1447 Hijriyah ini pun akan jatuh pada 2-3 Februari 2026.

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat dan Pengurus LBM PBNU, KH Abdul Muiz Ali menjelaskan, bulan Syaban adalah bulan mulia yang terletak di antara dua bulan yang sama-sama mulianya, yaitu bulan Rajab dan Ramadhan. 

Dalam tradisi masyarakat Muslim, khususnya di Indonesia yang notabene penganut Islam Ahlusunah wal jama’ah, setiap pertengahan (nisfu) Syaban mereka mengisinya dengan serangkaian amal ibadah, seperti membaca Alquran, memperbanyak dzikir, dan memperbanyak doa.

"Bahkan masyarakat terkadang dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan, dalam setiap akhir bulan Syaban mereka mengisinya dengan kegiatan ziarah kubur (nyekkar, red)," ujar Kiai Muiz kepada Republika, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa melatih diri untuk menjadi lebih dekat kepada Allah SWT dapat dimulai dari bulan Rajab sebagai tempat “pemanasannya”, lalu di bulan Syaban sebagai wahana “latihannya” dan "puncaknya” di bulan Ramadhan untuk penempaan dirinya, melatih kesabaran, memperbanyak dzikir, tadarus Alquran, bersedekah dan amalan-amalan ibadah lainya untuk meningkatkan religiusitas dirinya. 

"Rasulullah SAW banyak membaca doa khusus sepanjangan bulan Rajab hingga bulan Ramadhan dengan bacaan doa," ucap Kiai Muiz. 

Malam Nisfu Syaban (ilustrasi)

Read Entire Article
Politics | | | |