Pemodal AS Jeffrey Epstein tampak dalam foto yang diambil untuk daftar pelaku kejahatan seksual di Divisi Layanan Peradilan Pidana Negara Bagian New York pada 28 Maret 2017.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berkas terbaru terkait dokumen Jeffrey Epstein yang baru dirilis memuat korespondensi surat elektronik (email) seputar pengiriman kontroversial kain suci dari Ka’bah (kiswah) di Makkah, Arab Saudi, ke Amerika Serikat (AS). Dokumen itu menyatakan, pengiriman itu diatur melalui kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan dikirimkan kepada Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual yang menyasar anak-anak.
Dalam korespondensi bertanggal Februari dan Maret 2017, disebutkan seorang pengusaha asal Uni Emirat Arab, Aziza Al-Ahmadi, bekerja sama dengan seorang pria bernama Abdullah Al-Maari. Dia mengatur pengiriman tiga potongan kain yang terkait dengan Kiswah, kain hitam bersulam emas yang menyelimuti Ka’bah, pusat situs tersuci umat Islam di Arab Saudi, seperti dikutip Republika dari Middle East Eye.
Kiswah memiliki makna religius yang sangat mendalam bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap tahun, kain tersebut dilepas dan Ka’bah diselimuti dengan Kiswah yang baru. Bagian-bagian dari Kiswah lama diperlakukan sebagai artefak bernilai tinggi.
Email dalam berkas tersebut menunjukkan bahwa barang-barang itu dikirim melalui jalur kargo udara dari Arab Saudi ke Florida dengan maskapai British Airways. Proses pengiriman melibatkan koordinasi terkait faktur, pengaturan kepabeanan, serta distribusi di dalam wilayah Amerika Serikat.
Beberapa pesan tersebut merinci tiga potongan kain, yakni satu potong dari bagian dalam Ka’bah, satu dari kain penutup luar yang telah digunakan, serta satu lagi yang terbuat dari bahan yang sama namun belum digunakan. Potongan yang belum digunakan itu disebut dalam korespondensi sebagai cara untuk mengklasifikasikan pengiriman tersebut sebagai “karya seni”.

2 days ago
8















































