REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyatakan hilirisasi memperkuat basis industri nasional dan menjadi instrumen strategis untuk mendorong Indonesia naik kelas. Strategi tersebut dinilai mampu mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Dany menegaskan, hilirisasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pengolahan, tetapi harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Naik kelas bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan pertumbuhan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong kemajuan yang inklusif,” kata Dany dalam Studium Generale dan Bedah Buku Indonesia Naik Kelas di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (11/2/2026).
Ia menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk tumbuh lebih cepat dan strategis di tengah dinamika global. Sumber daya alam Indonesia saat ini menjadi komoditas yang relevan dalam ekonomi dunia dan berpotensi menjadi fondasi lompatan industri nasional.
Menurut Dany, tantangan utama bukan terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan pada instrumen kebijakan, kualitas tata kelola, serta strategi pengelolaan. Hilirisasi diarahkan untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui penguatan industri pengolahan di dalam negeri.
“Satu smelter bisa melahirkan 10 sampai 12 industri hilir. Ekosistemnya harus dirancang sejak awal,” ujarnya.
Ia mencontohkan pembangunan smelter oleh Grup MIND ID sebagai implementasi konkret hilirisasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan menciptakan multiplier effect di berbagai sektor. Ketika nilai tambah diproduksi di dalam negeri, pertumbuhan tidak hanya tercermin dari peningkatan ekspor, tetapi juga dari penguatan basis industri nasional dan ekonomi daerah.
Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai agenda strategis untuk menekan angka kemiskinan hingga di bawah 5 persen pada 2029. Transformasi pembangunan diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan produktif melalui industrialisasi yang inklusif.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam forum yang sama menekankan pentingnya integrasi hilirisasi dengan pemberdayaan masyarakat. “Program hilirisasi dan industrialisasi harus beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat, sehingga tercipta berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang penting untuk mewujudkan ekonomi tanpa ketimpangan,” kata Muhaimin.
Ia menjelaskan, pengembangan hilirisasi akan mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja produktif di berbagai daerah. Sektor pendidikan diarahkan menyiapkan sumber daya manusia sesuai kebutuhan industri agar transformasi ekonomi berjalan berkelanjutan.

2 hours ago
4














































