Menuju Desa Radak, Tim BSI Explore Tempuh Jalan Terjal dan Seberangi Sungai Kapuas

1 hour ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, KUBU RAYA -- Perjalanan menuju Desa Radak Baru dan Radak 1, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak yang mengikuti program BSI Explore 2026.

Untuk mencapai lokasi pengabdian, perjalanan membutuhkan waktu hampir tiga jam. Mahasiswa harus melintasi jalanan bergelombang, kawasan perkebunan kelapa sawit, hingga menyeberangi Sungai Kapuas sebelum tiba di kawasan permukiman masyarakat.

Perjalanan tersebut menjadi awal dari pengalaman mahasiswa untuk mengenal kehidupan masyarakat di Desa Radak Baru dan Radak 1.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) BSI Explore 2026, Badariatul Lailiah mengatakan, perjalanan menuju lokasi pengabdian menjadi bagian dari proses mahasiswa untuk memahami kondisi wilayah yang menjadi tempat mereka menjalankan program.

“Perjalanan ke Desa Radak Baru dan Radak 1 membutuhkan waktu dan tidak selalu mudah. Mahasiswa harus melewati perjalanan darat dengan kondisi jalan yang cukup menantang serta menyeberangi Sungai Kapuas,” ujar Badar dalam keterangan, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa karena mereka dapat melihat langsung karakteristik wilayah dan kehidupan masyarakat yang berbeda dari lingkungan perkotaan.

“Ketika mahasiswa datang langsung ke lokasi, mereka tidak hanya melihat desa sebagai tempat untuk menjalankan program kerja. Mereka mulai memahami bagaimana kondisi geografis, akses transportasi, serta kehidupan masyarakat sehari-hari,” jelasnya.

Sebagian besar masyarakat di Desa Radak Baru dan Radak 1 menggantungkan kehidupan pada sektor perkebunan kelapa sawit. Banyak warga memiliki lahan kelapa sawit mandiri yang menjadi sumber penghasilan keluarga.

Sungai juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jalur sungai digunakan warga sebagai sarana transportasi, termasuk untuk mengirim atau mengangkut barang menggunakan perahu.

Masyarakat di wilayah ini memiliki latar belakang beragam. Sebagian merupakan masyarakat transmigrasi dari berbagai daerah, termasuk Jawa dan Sunda. Terdapat pula masyarakat Dayak yang menjadi bagian dari komunitas awal yang mendiami wilayah tersebut.

Badariatul menambahkan, keberagaman tersebut menjadi pengalaman sosial yang berharga bagi mahasiswa selama menjalankan BSI Explore.

“Mahasiswa belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda. Mereka harus mampu membangun komunikasi, bekerja sama, serta memahami kebiasaan masyarakat setempat,” katanya.

Selama BSI Explore berlangsung, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat. Mulai dari kegiatan pendidikan, calistung, mengaji, paskibra, pengenalan teknologi, hingga penggalian potensi desa.

Menurut Badariatul Lailiah, program BSI Explore menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus mengembangkan kepedulian sosial.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya datang untuk melaksanakan kegiatan, tetapi benar-benar belajar dari masyarakat. Pengabdian itu bukan hanya tentang memberikan sesuatu, melainkan juga tentang mendengar, memahami, dan berkolaborasi,” tuturnya.

Perjalanan panjang menuju Desa Radak Baru dan Radak 1 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Bagi mahasiswa UBSI Kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif, perjalanan ini menjadi awal untuk mengenal kehidupan masyarakat, memahami tantangan yang dihadapi, serta belajar mengambil peran sebagai generasi yang mampu memberikan kontribusi.

Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa belajar menjadi agent of change tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan dimulai dari keberanian untuk keluar dari zona nyaman, menempuh perjalanan jauh, hadir di tengah masyarakat, dan belajar tumbuh bersama mereka.

Read Entire Article
Politics | | | |