Dosen UBSI Terlibat Riset BRIN, Kaji Model Dana Abadi Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Bisri memperoleh kesempatan terlibat dalam kegiatan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ini bagian dari kolaborasi lintas institusi dalam mengkaji tata kelola ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Bisri tercatat sebagai anggota periset dalam penelitian berjudul “Model Pengelolaan Dana Abadi Daerah (DAD) Berbasis Karakteristik Wilayah untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Ini bagian dari Rumah Program 1: Transformasi Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif dan Integratif, dengan kode kegiatan CRC-RP1-08.

Keikutsertaan Bisri ditetapkan melalui keputusan Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN Nomor 13/III.12/HK/2026 tentang Tim Pelaksana Kegiatan Riset dalam Rumah Program.

Penelitian ini diketuai Kanetasya Sabilla dari Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN. Tim penelitian juga melibatkan peneliti BRIN serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Presiden, Universitas Brawijaya, dan UBSI.

Riset ini berfokus pada pengkajian model pengelolaan Dana Abadi Daerah yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kajian diarahkan untuk melihat bagaimana pengelolaan dana dapat mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

Kolaborasi lintas institusi menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut. Perbedaan perspektif dari peneliti BRIN dan akademisi berbagai perguruan tinggi diharapkan memperkaya kajian serta menghasilkan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan di daerah.

Bagi Bisri, keterlibatan dalam riset tersebut tidak hanya menjadi kesempatan berkontribusi dalam penelitian nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan dan belajar dari akademisi serta peneliti yang memiliki pengalaman di bidangnya.

“Senang karena bisa belajar banyak dari peneliti-peneliti senior dari BRIN dan kampus mitra lainnya,” ujar Bisri dalam keterangan, Jumat (15/8/2026).

Menurutnya kolaborasi penelitian seperti ini memberikan pengalaman akademik berharga. Interaksi dengan peneliti senior dan akademisi dari berbagai institusi membuka peluang memperluas perspektif dalam melihat persoalan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Keterlibatan Bisri sebagai dosen di UBSI dalam riset BRIN menjadi salah satu bentuk rekognisi terhadap kapasitas akademik dosen sekaligus membuka ruang kolaborasi penelitian yang lebih luas di tingkat nasional.

Pengalaman tersebut juga menunjukkan pentingnya dosen terus terlibat dalam aktivitas penelitian di luar lingkungan kampus.

Bagi perguruan tinggi, keterlibatan dosen dalam riset nasional tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi individu. Hasil kolaborasi penelitian juga memperkaya lingkungan akademik melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta perspektif dari berbagai institusi.

UBSI terus mendorong dosen untuk aktif mengembangkan kapasitas akademik melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dalam riset bersama lembaga nasional seperti BRIN menjadi salah satu langkah untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan kontribusi dosen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui kolaborasi tersebut, UBSI berharap semakin banyak dosen yang dapat mengambil bagian dalam penelitian strategis yang memiliki relevansi dengan persoalan nyata di masyarakat.

Dengan demikian, aktivitas akademik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi turut menghasilkan pengetahuan yang dapat menjadi bagian dari solusi bagi pembangunan Indonesia.

Mau kuliah sambil membangun kompetensi akademik dan profesional? Informasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) UBSI dapat diakses melalui melalui https://pmbubsi.id atau kunjungi https://bsi.ac.id.

Read Entire Article
Politics | | | |