Itinerary Tokyo Muslim Friendly untuk Keluarga: Rute Wisata, Masjid, dan Titik Sholat dari Shinjuku

7 hours ago 23

REPUBLIKA.CO.ID, Bayangkan Anda sedang menyusuri lorong belanja Shibuya bersama anak-anak, lalu azan Dzuhur berkumandang. Pertanyaannya bukan lagi "Ada masjid tidak?", melainkan "Titik salat terdekat yang jam bukanya masih panjang di mana?".

Artikel ini menyajikan panduan untuk membantu Anda mengatur waktu ibadah selama berada di Tokyo. Informasinya mencakup lokasi masjid utama yang dapat dijangkau sekitar lima menit berjalan kaki dari stasiun, contoh pembagian waktu salat Dzuhur hingga Ashar saat beraktivitas atau berbelanja di kawasan Shibuya, serta waktu kunjungan ke Tokyo Camii yang umumnya berlangsung hingga sekitar pukul 18.00. Karena waktu kunjungan tersebut dapat berakhir sebelum Maghrib, waktu salat Maghrib dan Isya sebaiknya sudah diperhitungkan dalam rencana perjalanan sejak awal.

Tokyo Camii & Turkish Culture Center berlokasi di Camii-mae Dori, Oyama-cho, distrik Shibuya, dan dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Jepang. Bangunannya umumnya menerima pengunjung wisata (tur non-jemaah) sekitar pukul 10:00 hingga 18:00, tetapi masjid tetap digunakan untuk salat lima waktu. 

Biasanya, Tokyo Camii menyediakan tur berbahasa Jepang pada akhir pekan sekitar pukul 14.30. Namun, jadwal tur dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga pengunjung disarankan mengecek informasi terbaru melalui situs resmi sebelum datang. Kunjungan ke masjid maupun pelaksanaan ibadah pada dasarnya tidak dikenakan biaya. Namun, donasi sukarela diperbolehkan sebagai dukungan terhadap kegiatan dan pemeliharaan masjid.

Tokyo Camii terletak di kawasan permukiman yang relatif tenang, sehingga suasananya berbeda dari hiruk-pikuk pusat kota Tokyo. Masjid ini juga menyediakan fasilitas tempat wudu yang terpisah untuk jamaah pria dan wanita. Suasananya relatif hening, cocok bagi Anda yang ingin mengajarkan anak salat dengan khusyuk di tengah padatnya kota.

Di Tokyo, Masjid Apa yang Paling Mudah Dijangkau Keluarga?

Jawaban praktisnya tetap Tokyo Camii, karena aksesnya sangat singkat. Dari Stasiun Yoyogi-Uehara (Tokyo Metro Chiyoda Line atau Odakyu Line), tinggal berjalan kaki sekitar 5 menit, bergantung kecepatan dan pintu keluar.

Jika keluarga Anda menginap di area Shinjuku, cukup naik Odakyu Line ke Yoyogi-Uehara sekitar 3 sampai 5 menit dengan ongkos kurang lebih ¥160 (sekitar Rp18.000) sekali jalan, namun tarif dapat berubah, jadi cek mesin tiket atau IC card sebelum berangkat.

Dari Stasiun Tokyo, kombinasikan Marunouchi Line lalu Chiyoda Line, total perjalanan kereta sekitar 20 sampai 25 menit dengan biaya kurang lebih ¥220 (sekitar Rp24.000), tergantung rute dan waktu, pas disisipkan di antara jadwal city tour dan waktu salat.

Untuk keluarga berisi empat orang yang menyisipkan kunjungan ke Tokyo Camii dari Shinjuku pulang-pergi lewat Odakyu Line, biaya transportnya kira-kira ¥160 × 2 × 4, atau sekitar ¥1.280 (kurang lebih Rp140.000). Angka yang masih ekonomis untuk diselipkan di hari sightseeing Shibuya dan Harajuku.

Satu hal penting yang perlu dicatat, jam kunjungan wisatawan Tokyo Camii umumnya sampai sekitar pukul 18:00, tetapi masjid tetap digunakan oleh jamaah lokal. Untuk rombongan wisata, salat Maghrib dan Isya sebaiknya dijadwalkan di akomodasi atau masjid lain, dan konfirmasi dulu ke pengelola bila ingin berjamaah malam.

Sebagian masjid di kawasan Meguro, Kamata (Ota), dan Gyotoku (Chiba) dilaporkan memiliki akses salat hampir 24 jam, namun jam operasional bisa berubah. Jangan lupa untuk selalu verifikasi di Japan Masjid Finder atau kanal resmi masjid sebelum datang, sehingga bisa menjadi titik singgah salat malam setelah beraktivitas di sekitarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |