Menggantung Doa untuk Sisa Jenazah Longsor Cisarua

4 hours ago 3

Sekelompok pelajar yang masih menggunakan seragam lengkap terlihat jongkok melingkar di makam temannya yang menjadi korban longsor, di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Senin (2/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, Wina (30 tahun) tetap melangitkan doa agar sisa keluarganya yang masih tertimbun longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ditemukan. Harapan itu masih dia gantungkan meski status tanggap darurat bencana sudah resmi dicabut pemerintah setempat.

Masih ada lima orang anggota keluarganya yang jasadnya hingga 14 hari pencarian belum ditemukan sejak longsor menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026), dari total 13 anggota keluarganya yang dilaporkan hilang. Rumah-rumah mereka terkubur tanah yang meluncur dari kaki Gunung Burangrang.

"Hilang 13 orang, sekarang belum ditemukan lima orang lagi. Saya harap pencarian terus dilakukan, karena kami ingin ada kejelasan untuk berziarah," ujar Wina, Sabtu (7/2/2026).

Wina menjelaskan, lima korban yang masih hilang merupakan kerabat dekatnya. Mereka terdiri dari adik bapaknya, empat anak dari adik bapaknya tersebut, serta satu orang cucu. Menurut dia, jika korban tidak ditemukan, rasa kehilangan akan semakin mendalam karena keluarga tidak memiliki tempat untuk mengenang dan bertemu secara batin.

Setiap hari, Wina dan keluarga lainnya selalau merapalkan doa agar korban segera ditemukan apapun kondisinya. "Kalau tidak ditemukan, kami merasa sangat sedih sekali, seperti tidak ada tempat bertemu. Semoga seluruh keluarga saya jadi khusnul khatimah," ujar dia.

Doa Wina masih diupayakan tim SAR setempat. Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, pencarian bakal terus dilakukan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB Jawa Barat meski status tanggap darurat resmi dicabut pada Jumat (6/2/2026). Keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bersama Pemkab Bandung Barat dan unsur terkait lainnya. 

Read Entire Article
Politics | | | |