Membaca Inflasi, Menyusun Strategi Perdagangan Emas

2 hours ago 6

Ketika ekonomi memanas dan nilai mata uang mulai goyah, perhatian secara alami beralih ke logam mulia.

REPUBLIKA.CO.ID, Berjalan melewati counter daging atau mengisi tangki bensin dengan cepat membuat kita menyadari kenyataan inflasi. Harga-harga perlahan naik, dan dolar tidak lagi bernilai seperti dulu.

Tekanan ekonomi ini memaksa investor aktif untuk mencari aset yang dapat mempertahankan nilainya saat uang mulai kehilangan daya belinya. Sementara orang biasa mungkin hanya memotong kupon, para trader cenderung mencari peluang yang sebenarnya dapat meningkat nilainya saat biaya hidup naik.

Mengapa Emas Menjadi Fokus Saat Inflasi

Ketika ekonomi memanas dan nilai mata uang mulai goyah, perhatian secara alami beralih ke logam mulia. Di sinilah strategi trading emas sering kali menjadi pembahasan, karena emas telah mempertahankan reputasinya selama berabad-abad sebagai jaring pengaman yang andal di masa-masa tidak pasti.

Alasan di balik ini tidak terlalu rumit. Berbeda dengan uang kertas yang dapat dicetak dalam jumlah tak terbatas oleh bank sentral, komoditas fisik memiliki pasokan yang terbatas. Kelangkaan alami ini membantu mereka mempertahankan nilainya bahkan ketika mata uang yang digunakan untuk membelinya kehilangan daya belinya.

Investor cenderung melihat logam-logam ini sebagai asuransi keuangan. Ketika pasar saham bergejolak atau dolar melemah, komoditas sering bergerak ke arah yang berlawanan. Akibatnya, memegang aset-aset ini menjadi langkah populer bagi siapa pun yang berusaha menyeimbangkan portofolio selama inflasi tinggi.

Tarian Kompleks dengan Suku Bunga

Inflasi tidak pernah terjadi sendirian. Ketika harga naik terlalu cepat, Federal Reserve biasanya campur tangan dan menaikkan suku bunga untuk mendinginkan situasi. Perubahan ini dapat membuat para pedagang mempertimbangkan ulang rencana mereka karena suku bunga yang lebih tinggi tiba-tiba membuat aset seperti obligasi atau rekening tabungan lebih menarik. Logam mulia tidak menawarkan bunga, sehingga mereka dapat kehilangan perhatian ketika opsi yang lebih aman mulai memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Emas sering bereaksi cepat terhadap apa pun yang dilakukan The Fed selanjutnya. Jika inflasi tetap tinggi dan suku bunga tetap rendah, logam mulia cenderung naik. Namun, jika The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, emas bisa turun. Itulah mengapa para trader memantau grafik dan pengumuman The Fed dengan cermat.

Read Entire Article
Politics | | | |