REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Langkah tunggal putra Indonesia Jonatan Christie pada ajang Malaysia Open 2026 berlanjut ke babak kedua. Sementara itu, pasangan ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata harus menghentikan perjuangan mereka pada babak pertama turnamen BWF Super 1000 tersebut.
Jonatan yang menempati unggulan keempat berhasil menyingkirkan wakil China Taipei, Lee Chia Hao, pada babak 32 besar. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-14 dalam pertandingan yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026).
Jonatan mengaku bersyukur dapat kembali meraih kemenangan setelah dalam beberapa turnamen terakhir hasilnya kurang maksimal. “Puji Tuhan bisa kembali meraih kemenangan. Dari segi permainan sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya hari ini lebih percaya diri,” ujar Jonatan.
Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu menilai fokus menjadi kunci kemenangan, meski sempat tertinggal di awal gim pertama. Ia juga mengakui masih perlu memperbaiki sentuhan permainan.
“Saya sempat tertinggal di awal gim pertama, itu jadi pekerjaan rumah untuk pertandingan berikutnya. Feeling touch juga masih agak kurang, tapi lawan juga banyak melakukan kesalahan sendiri,” kata Jonatan.
Pada gim kedua, Jonatan sempat terganggu dengan pencahayaan lapangan, namun hal tersebut tidak memengaruhi permainannya secara signifikan. “Ada dua lampu yang menyorot dari atas, jadi sempat saya tanyakan ke umpire. Agak aneh, tapi tidak terlalu mengganggu,” ujarnya.
Pada babak kedua, Jonatan akan menghadapi wakil tuan rumah Malaysia, Leong Jun Hao. Ia menyadari laga tersebut tidak akan mudah karena dukungan penuh penonton kepada lawannya.
“Melawan pemain tuan rumah tentu harus menyiapkan mental dan pikiran. Saya akan berusaha menampilkan permainan terbaik,” ujar Jonatan.
Sementara itu, nasib berbeda dialami pasangan ganda campuran Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Pada laga babak pertama, mereka harus mengakui keunggulan pasangan Prancis, Julien Maio/Lea Palermo, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-9, 16-21, 16-21.
Marwan menilai kekalahan tersebut dipengaruhi oleh kesalahan yang kembali terulang, terutama setelah mereka memenangi gim pertama. “Sangat disayangkan kami kembali tertekan setelah unggul lebih dulu. Lawan memang mempercepat tempo dan bermain lebih berani, tapi seharusnya bisa kami atasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasangan Indonesia sebenarnya sempat mengendalikan permainan, namun gagal menjaga konsistensi. “Kami memegang kendali, tapi justru terus tertekan. Ini yang harus segera kami cari solusinya,” kata Marwan.
Aisyah mengakui faktor kepercayaan diri menjadi kendala utama. “Kami kurang yakin dengan permainan dan diri kami sendiri, sehingga tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik,” ujarnya.
Malaysia Open 2026 berlangsung pada 6–11 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur, dan menjadi turnamen pembuka kalender BWF World Tour Super 1000 musim ini.

4 weeks ago
23















































