REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- Momentum 'UII Menyapa Lombok' menjadi ajang temu kangen sekaligus konsolidasi keluarga alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (15/2/2026), malam. Dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan, para alumni lintas generasi tahun 1990 hingga 2000-an kembali dipertemukan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kontribusi nyata bagi almamater dan daerah.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Prof Jaka Nugraha menyampaikan pentingnya membangun kembali kedekatan emosional antara alumni dan kampus.
"Harapannya hubungan antara alumni dan UII semakin kuat. Kalau bahasa Jawanya itu mempererat silaturahmi, atau istilah lainnya nglumpukke balung-balung yang terpisah atau mengumpulkan tulang-tulang yang berserakan," ujarnya dalam acara Sarasehan UII x DPW UII NTB bertajuk 'UII Menyapa Lombok', Ahad, malam.
Alumni Jadi Garda Depan Kenalkan Profil UII
Kegiatan ini bukan sekadar reuni, tetapi juga menjadi momen strategis untuk membesarkan UII bersama para alumninya. Prof Jaka menyebut, alumni adalah representasi paling konkret dari kualitas universitas. Menurutnya, jejaring alumni memiliki kekuatan besar sebagai corong informasi dan promosi kampus secara alami. Kiprah alumni di berbagai bidang profesi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi gambaran nyata tentang mutu pendidikan UII.
"Alumni adalah bagian dari keluarga besar Universitas Islam Indonesia. Dengan kebersamaan ini, kita ingin UII semakin dikenal dan semakin besar," ungkap Jaka.
Karenanya, ia mendorong para alumni dapat berkontribusi memajukan kampus. Kontribusinya, tidak harus selalu dalam bentuk program besar. Mengarahkan anak, keluarga, atau siswa berprestasi di lingkungan masing-masing untuk melanjutkan studi ke UII juga menjadi bagian dari kontribusi nyata.
"NTB menjadi salah satu provinsi yang memberikan persentase masuk UII relatif cukup besar. Dan ini mesti menjadi (kekuatan), terutama nanti kolaborasi dengan alumni, dukungan, agar calon-calon mahasiswa yang berprestasi ini dapat diarahkan oleh alumni bahwa kita UII akan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi mereka," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW IKA UII NTB, Muhammad Ramadhani, sepakat bahwa alumni merupakan wajah nyata kampus di tengah masyarakat. Menurutnya, persepsi publik terhadap UII sangat dipengaruhi oleh integritas dan keberhasilan para alumninya.
"Pelajar-pelajar berprestasi itu kan selalu lihat profiling alumni ya. Jadi dengan semakin banyaknya generasi-generasi alumni yang hebat-hebat, punya potensi ini, dan termasuk juga kita semua, yang alumni-alumni ini, mengarahkan anak-anak kita, keluarga kita untuk kuliah di UII. Itu bagian dari cara kita untuk mengenalkan UII," ujarnya.
NTB sendiri menjadi salah satu provinsi dengan persentase mahasiswa masuk UII yang relatif tinggi. Di wilayah ini, jumlah alumni diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang, meski yang terdata aktif dalam grup komunikasi sekitar 295 orang. Secara keseluruhan, UII telah melahirkan sekitar 134 ribu alumni yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara, termasuk Australia. Potensi jaringan besar ini dinilai sebagai modal sosial penting dalam memperkuat reputasi dan daya saing kampus.
"Adik-adik (angkatan) kami yang sudah alumni UII banyak. Dan tentu ini potensi yang sangat besar buat para alumni UII untuk berkontribusi nyata. Saya yakin alumni ini adalah wajah-wajah yang paling konkret termasuk memperkenalkan siapa UII itu bisa digambarkan dari profiling daripada alumni-alumni nya," kata Ramadhani.
Ia menyampaikan momentum 'UII Menyapa Lombok' menjadi awal untuk merajut kembali jejaring antar alumni. Ramadhani mengakui, pihaknya saat ini masih fokus pada konsolidasi internal alumni setelah sempat vakum cukup lama. Namun ke depan, ia optimistis jejaring alumni di NTB dapat menjadi simpul strategis dalam memperluas pengenalan profil UII.
"Kami yakin IKA UII NTB akan semakin berkembang. Potensi alumni sangat besar dan rasa cinta mereka terhadap UII juga semakin tinggi," ujarnya.

3 hours ago
3















































