REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran harus diizinkan untuk menyimpan beberapa rudal balistiknya. Ini pukulan telak bagi Israel yang selama ini bersikeras agar rudal balistik Iran dilucuti.
Ini disampaikan Trump ketika ia membela nota kesepahaman yang ditandatangani antara pemerintahannya dan Teheran sesaat sebelum perjanjian tersebut mulai berlaku. “Jika negara-negara lain memilikinya, rasanya tidak adil jika negara tersebut tidak memilikinya,” kata Trump di Prancis, saat ia mengadakan konferensi pers di sela-sela KTT G7.
“Jika Arab Saudi dan Qatar, dan mereka semua memilikinya, saya akan mengatakan bahwa secara relatif, saya pikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki rudal balistik juga.”
“Rudal bukanlah masalahnya… Rudal hanya merusak sedikit lokasi, tetapi tidak meledakkan planet ini (seperti yang bisa dilakukan senjata nuklir),” kata Trump.
Penghancuran program rudal Iran merupakan tujuan Israel ketika negara tersebut melancarkan perang melawan Republik Islam bersama AS pada tanggal 28 Februari. Sementara AS selama berminggu-minggu tak jelas soal tujuan perangnya. AS sempat bersikeras bahwa Iran berusaha menggunakan program rudalnya sebagai tameng untuk membuat negara lain tidak dapat mencegah negara tersebut membuat senjata nuklir.
Sepanjang eskalasi belakangan, rudal balistik Iran terbukti presisi saat dipakai membalas serangan ke Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Teknologi rudal terkini Iran juga terbukti berhasil menembus pertahanan udara berlapis Israel dan AS.

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)
Sikap Trump terhadap masalah rudal Iran tampaknya menandai perubahan bagi AS, meskipun ia mengklarifikasi bahwa program tersebut akan dibahas dalam pembicaraan lanjutan yang disepakati oleh kedua belah pihak selama 60 hari ke depan.
Beberapa jam setelah konferensi pers Trump, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa teks MOU telah “resmi” ditandatangani oleh presiden dari kedua negara, yang dikonfirmasi Trump setelah makan malam dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles.
Seorang pejabat AS mengklarifikasi kepada Reuters bahwa Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatanganinya setelah memo itu ditandatangani secara digital pada hari Minggu oleh Wakil Presiden JD Vance dan kepala negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan disaksikan oleh Trump.
“Teks Nota Kesepahaman Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden – sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA.

14 hours ago
17








































