Benarkah Real Food dan No Sugar Bikin Anak Jarang Tantrum? Ini Kata Ahli Gizi

4 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kamari Sky Wassink, putri dari selebritas Jennifer Coppen dan mendiang Dali Wassink, mencuri perhatian warganet. Anak berusia 3 tahun itu tampak anteng dan tidak tantrum selama prosesi pernikahan sang ibu dengan pesepak bola Justin Hubner.

Hal ini kemudian dikaitkan dengan asupan makan Kamari, yang disebut lebih banyak mengonsumsi real food dan minim gula hingga usia 2 tahun. Lantas apakah benar kebiasaan makan ini berpengaruh pada tingkat tantrum pada anak?

Dokter sekaligus ahli gizi masyarakat, dr Tan Shot Yen, menjelaskan tantrum pada anak tidak selalu disebabkan oleh asupan makan atau konsumsi gula berlebih. Menurutnya, tantrum dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk keterbatasan anak dalam mengungkapkan perasaan dan masalah yang sedang dihadapi.

"Tantrum sebabnya banyak, bukan hanya soal makanan. Tantrum bisa terjadi ketika anak tidak punya kemampuan mumpuni untuk menyampaikan apa yg dirasakan dan masalah yg dialami. Orang tua perlu memahami apa yang terjadi pada ananya," kata dr Tan saat kepada Republika, Kamis (18/6/2026).

Terkait pola makan sehat, dr Tan menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan bagi anak. Menurutnya, kebiasaan makan sehat tidak bisa hanya diajarkan melalui nasihat, tetapi harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Orang tua adalah panutan anak. Jadi pola asupan sehat harus dimulai dari orang tuanya. Anak kan cuma peniru ulung," kata dr Tan.

la kemudian membagikan rekomendasi makanan sehat bagi anak usia 12 hingga 23 bulan yang sesuai dengan panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan. Pada usia ini, Isi Piringku berfokus pada asupan padat gizi yang didominasi oleh protein hewani. MPASI pada usia ini menyumbang 70 persen dari total kebutuhan gizi anak, dan 30 persen sisanya tetap dipenuhi melalui pemberian ASI.

Dalam isi piringku usia tersebut disarankan terdapat nasi putih dengan takaran 5 sendok makan sekitar 55 gram, protein Hewani seperti hati ayam (55 gram), sayur seperti bayam dan wortel (20 gram), minyak 7,5 gram dan garam 1/8 sdt.

Porsi ini bisa untuk satu hingga dua kali makan pada anak. Selain hati ayam, protein hewani bisa diganti dengan ikan 60 gram, daging sapi 50 gram, telur 1 butir, atau ayam 60 gram.

Lalu untuk isi piringku untuk usia 2 hingga 5 tahun berdasarkan saran Kemenkes, terdiri atas nasi putih 7 sdm, paha ayam 50 gram, labu siam wortel 50 gram, dan satu tahu goreng. Bisa juga Bisa juga ditambahkan beberapa potong buah seperti pepaya.

Read Entire Article
Politics | | | |