Orang-orang yang Berperan dalam Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW

4 hours ago 7

Image Idmar wijaya

Agama | 2026-06-18 16:41:17

Oleh Dr. Idmar Wijaya,S.Ag., M.Hum

Dosen Prodi KPI FAI UM Palembang, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sumsel dan Wk. PDM Kota Palembang

Pendahuluan

Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah, melainkan sebuah titik balik peradaban yang mengubah jalannya sejarah dunia. Penetapan tahun baru islam dimulai oleh seorang khalifah yang sangat berani, tegas dan mampu berinovasi, ia adalah khalifah Umar Bin Khatab.

Dalam perjalan hijrah Nabi Besar Muhammad SAW beiau tidak sendiri, akan tetapi ada sahabat dan orang lain yang sangat setia menemani dan juga berperan pada pristiwa hijrah itu sendiri. Inilah pertanda kesetiaan dan juga militansi kepada pimpinan yang pimpinan itu merupakan orang yang sangat jujur, adil, bijakasana serta mampu menjadi pengayom dan mampu memberi solutif terhadap permasalahan yang sedang dihadapi umat waktu itu, ia adalah Nabi Muhammad SAW sang penyelamat dan orang yang mampu memberi syafaat di padang maksyar nanti kepada ummatnya.

Berikut adalah tokoh-tokoh utama yang berjasa besar dalam peristiwa Hijrah:

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq (Sahabat Setia & Teman Perjalanan)

Abu Bakar adalah orang yang dipilih langsung oleh Rasulullah untuk menemani perjalanan hijrah.

Ø Peran: Beliau mempersiapkan segala kebutuhan logistik, termasuk menyediakan dua ekor unta terbaik. Selama perjalanan dan saat bersembunyi di Gua Tsur, Abu Bakar dengan setia melindungi Nabi dari segala ancaman fisik, bahkan rela kakinya digigit hewan berbisa demi menjaga tidur Rasulullah.

2. Ali bin Abi Thalib (Pengecoh Kaum Quraisy)

Pemuda pemberani ini mengambil peran yang sangat berbahaya di malam keberangkatan.

Ø Peran: Ali bersedia tidur di ranjang Rasulullah dengan menggunakan selimut hijau khas Nabi. Tujuannya adalah untuk mengecoh para pemuda Quraisy yang mengepung rumah Nabi agar mengira beliau masih tidur di sana, sehingga memberikan waktu bagi Nabi dan Abu Bakar untuk meloloskan diri.

3. Asma binti Abu Bakar (Sang Penyuplai Makanan)

Putri dari Abu Bakar ini menunjukkan kecerdasan dan keberanian yang luar biasa di usia muda.

Ø Peran: Selama tiga hari Nabi dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur, Asma bertugas mengantarkan makanan secara diam-diam pada malam hari. Ia mendapat julukan "Dzatun Nithaqain" (Si Pemilik Dua Ikat Pinggang) karena membelah ikat pinggangnya menjadi dua: satu untuk mengikat perbekalan makanan dan satu lagi untuk pakaiannya.

4. Abdullah bin Abu Bakar (Sang Intelijen/Pengumpul Informasi)

Putra Abu Bakar ini bertindak sebagai mata-mata atau pencari informasi di kota Makkah.

Ø Peran: Pada siang hari, Abdullah berbaur dengan kaum Quraisy untuk mendengar rencana dan pergerakan mereka terkait pencarian Nabi. Pada malam hari, ia mendatangi Gua Tsur secara sembunyi-sembunyi untuk melaporkan informasi tersebut kepada Rasulullah.

5. Amir bin Fuhairah (Sang Penghapus Jejak & Penyedia Susu)

Beliau adalah seorang penggembala kambing yang berstatus mantan budak Abu Bakar.

Ø Peran: Amir bertugas menggembalakan kambing-kambingnya di sekitar Gua Tsur. Susu dari kambing tersebut menjadi sumber makanan tambahan bagi Nabi dan Abu Bakar. Selain itu, rombongan kambing yang digembalakannya berfungsi untuk menghapus jejak kaki Abdullah bin Abu Bakar setelah mengantarkan berita, sehingga kaum Quraisy kehilangan jejak.

6. Abdullah bin Uraiqith (Penunjuk Jalan yang Terpercaya)

Menariknya, Abdullah bin Uraiqith saat itu belum memeluk Islam (masih musyrik), namun ia adalah orang yang sangat memegang teguh janji dan profesional.

Ø Peran: Beliau disewa oleh Abu Bakar karena keahliannya yang luar biasa dalam membaca rute gurun. Ia berhasil memandu Nabi dan Abu Bakar mengambil jalur alternatif yang tidak biasa (menyusuri pesisir pantai Laut Merah) menuju Madinah, sehingga terhindar dari kejaran utama kaum Quraisy.

Ada beberapa catatan penting tentang enam orang yang berperan pada pristiwa Hijrah Nabi Muahammad SAW, yaitu:

v Keberhasilan seorang pemimpin itu harus dibatu oleh tim yang solid, sehebat apapun seorang pimpinan jika sendirian sulit juga akan memajukan suatu instansi atau Perusahaan atau juga organisasi yang ia pimpin.

v Punya bawahan yang capability yang baik, punya keberanian, jujur mampu menjalankan tugas atau Amanah yang diembannya dengan baik serta punya kesetian terhadap pimpinan.

v Ada kekompokan, kebersamaan untuk mencapai suatu tujuan yang besar.

v Seoran pimpinan harus jujur, kridibel, capable, serta mampu menjadi teladan yang baik untuk orang orang yang ia pimpin dan juga mampu menyelesaikan komplik yang terjadi.

v Seorang pemimpin yang baik bisasanya ia dicintai bawahannya, dicintai dan disayangi oleh mitranya dan bahkan bisa jadi orang lain, karena ia juga punya sifat menyayangi dan menyantuni juga selalu meringankan beban orang lain.

v Seorang pemimpin yang baik biasanya tidak punyha sifat pendendam bahkan pemaaf, lihat kisah-kisah Nabi Muhammad SAW terhadap para pembencinya adan juga orang yang suka menyakitinya dan bahkan mau membunuhnya, akhirnya semua tunduk kepada beliau dan masuk islam.

Penutup.

Semoga tulisan sederhana ini mampu membrikan insfirasi yang baik dan juga memberikan Khazanah pemikiran yang lebih maju demi kemajuan bersama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |