Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID,GAZA — Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengeluarkan peringatan keras terkait meningkatnya upaya penjajah Israel untuk mengosongkan dan menghilangkan simbol-simbol bersejarah di kompleks Masjid Al Aqsa dengan dalih keamanan. Hamas mengecam tindakan tersebut sebagai "pelanggaran yang melampaui batas dan sangat berbahaya," yang menuntut mobilisasi segera demi melindungi situs suci tersebut serta menjaga identitasnya.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menegaskan bahwa penargetan terhadap situs-situs penting di dalam kompleks Al Aqsa—termasuk Kubah Nabi Musa (Dome of Moses) di bagian barat daya—merupakan kelanjutan dari upaya sistematis Israel untuk mengubah karakter religius dan historis masjid tersebut. Hamas menambahkan, tindakan provokatif ini hanya akan menyulut kemarahan yang lebih besar dan membawa konsekuensi serius bagi pihak penjajah, dilansir dari laman Al Mayadeen.
Hamas menyatakan, rakyat Palestina tidak akan pernah menerima upaya Yahudisasi (Judaization) yang terus dipromosikan oleh pemerintah penjajah Israel beserta para menterinya. Gerakan tersebut menekankan, perlawanan terhadap langkah-langkah ilegal ini akan terus digaungkan melalui kehadiran fisik dan keteguhan sikap (shumud) di kompleks Al Aqsa.
Intensifkan kunjungan
Hamas menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina untuk mengintensifkan kunjungan dan memperbanyak kehadiran mereka di Masjid Al Aqsa. Langkah ini dinilai krusial guna menghadang upaya Israel dalam memaksakan status quo baru (realities on the ground) serta mencegah pengrusakan lebih lanjut terhadap bangunan bersejarah dan identitas Islam di sana.
Mengingat fase kritis yang saat ini mengancam kelestarian Masjid Al Aqsa, Hamas mendesak negara-negara Arab dan dunia Islam untuk mengambil tanggung jawab mereka. Teheran dan ibu kota Muslim lainnya diserukan untuk segera mengambil langkah nyata guna menghentikan berbagai pelanggaran yang menargetkan status historis dan religius masjid tersebut.

9 hours ago
14

















































