Kucing. Setiap 8 Agustus, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Kucing Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap hewan yang telah hidup berdampingan dengan manusia selama lebih dari 5000 tahun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap 8 Agustus, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Kucing Sedunia sebagai bentuk penghargaan terhadap hewan yang telah hidup berdampingan dengan manusia selama lebih dari 5000 tahun. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan kucing serta mendorong praktik perawatan hewan yang bertanggung jawab.
Hari Kucing Sedunia pertama kali digagas pada 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW), sebuah organisasi perlindungan hewan global yang berdiri sejak 1969 oleh Brian Davies. Lalu pada 2020, pengelolaan Hari Kucing Sedunia berpindah dari IFAW kepada International Cat Care (iCatCare), sebuah organisasi amal berbasis di Inggris yang telah berdiri sejak 1958.
iCatCare melanjutkan tradisi peringatan ini dengan menghadirkan kampanye tahunan yang bertujuan menjangkau masyarakat global. Setiap tahunnya, jutaan orang ikut merayakan dengan berbagai kegiatan, mulai dari membagikan foto kucing di media sosial, memberikan donasi ke tempat penampungan hewan, hingga mengampanyekan pentingnya perawatan dan perlakuan yang baik terhadap kucing.
Dalam rangka Hari Kucing Sedunia, dokter hewan sekaligus dosen di IPB University, drh Tetty Barunawati Siagian, mengingatkan kucing gemuk bukan berarti sehat. Meski tampak lucu dan menggemaskan, kondisi tersebut berpotensi menjadi obesitas.
Obesitas pada kucing merupakan penyakit nutrisi kronis yang perlu dicegah sejak dini. Menurut drh Tetty, obesitas terjadi ketika penumpukan lemak tubuh sudah berlebihan hingga mengganggu kesehatan dan kualitas hidup kucing.
Secara umum, kucing dikatakan obesitas apabila berat badannya lebih dari 20 persen di atas berat badan ideal. Namun, penilaian tidak hanya berdasarkan angka timbangan, melainkan juga menggunakan body condition score (BCS), dengan kondisi ideal berada pada skor 4-5 dari skala 9.
"Pemilik dapat melakukan pemeriksaan sederhana di rumah, seperti meraba tulang rusuk, melihat lekukan pinggang dari atas, serta memperhatikan bentuk perut dari samping. Namun, penilaian yang paling akurat tetap melalui pemeriksaan ke dokter hewan menggunakan BCS dan muscle condition score," kata drh Tetty dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (7/8/2026).

3 hours ago
9











































