REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU, – Anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan, Firman Yusi, mengumumkan bahwa komisinya mendukung hilirisasi terpadu dengan gudang pangan sebagai langkah untuk memperkuat petani dan peternak lokal di Kalsel. Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan di Banjarbaru pada Kamis.
Firman menekankan bahwa hilirisasi harus berjalan seiring dengan penguatan sistem cadangan pangan daerah. Menurutnya, proses hilirisasi tidak boleh hanya berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, hingga distribusi produk. Dengan demikian, petani dan peternak di Kalsel dapat menjadi bagian dari rantai industri yang memberikan keuntungan lebih besar.
Dia menegaskan bahwa salah satu strategi penting yang perlu diwujudkan adalah pembangunan gudang pangan sebagai cadangan pangan provinsi. Gudang ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga sebagai instrumen untuk stabilisasi harga dan penguatan ekonomi lokal.
Firman menjelaskan bahwa gudang pangan provinsi harus diisi dengan komoditas dan produk olahan dari petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Dengan skema pembelian yang terencana dan harga yang wajar, pemerintah daerah dapat menyerap hasil produksi masyarakat saat panen raya atau ketika harga pasar melemah.
Lebih lanjut, Firman menyatakan bahwa integrasi antara hilirisasi dan sistem cadangan pangan akan memperkuat ketahanan pangan Kalsel secara menyeluruh. Produk perkebunan seperti kelapa, karet, sawit rakyat, dan komoditas hortikultura dapat diarahkan pada pengolahan lanjutan. Sektor peternakan juga perlu dorongan dalam pengembangan industri pengolahan daging, susu, hingga pakan berbasis bahan baku lokal.
Dia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur pendukung, seperti cold storage, rumah potong hewan yang memenuhi standar, unit pengolahan hasil perkebunan, serta fasilitas logistik yang memadai. Tanpa infrastruktur tersebut, hilirisasi akan sulit berkembang secara optimal.
Strategi pembangunan gudang pangan berbasis produk lokal juga dianggap sebagai bentuk keberpihakan pada ekonomi kerakyatan, dengan melibatkan UMKM dalam rantai pasok cadangan pangan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih inklusif. Firman berharap agar perencanaan pembangunan perkebunan dan peternakan ke depan benar-benar mengedepankan orientasi nilai tambah, ketahanan pangan, serta kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pangan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
4












































