Petugas kesehatan memberikan vitamin A kepada seorang anak usia di bawah lima tahun (balita) saat pelayanan posyandu dan bulan penimbangan anak di Kantor kelurahan Maliaro, Ternate, Maluku Utara, Senin (17/2/2025). Kegiatan penimbangan anak sekaligus pemberian vitamina A di bulan Februari tersebut untuk memantau pertumbuhan dan cakupan gizi anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting maupun gizi buruk.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial lulusan Universitas Indonesia Prof Rini Sekartini menjelaskan bahaya defisiensi asupan vitamin A bagi tumbuh kembang anak.
“Vitamin A sebenarnya salah satu vitamin yang esensial ya, karena dibutuhkan oleh tubuh,” kata Prof Rini di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Dokter yang praktik di RSIA Bunda Jakarta itu mengatakan tanda-tanda atau gejala anak yang mengalami defisiensi vitamin A ringan biasanya tidak terlihat. Kepedulian terhadap masalah ini kian minim karena pengecekan kadar vitamin A dalam tubuh anak harganya cukup mahal di Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih dari semua pihak karena defisiensi berat dapat berpengaruh pada kesehatan mata anak, misalnya mengalami mata kering hingga penglihatan menjadi buram (rabun).
Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia membuat program khusus rutin pemberian vitamin A dengan dosis tinggi yang diselenggarakan dua kali, yakni pada Februari dan Agustus di berbagai fasilitas kesehatan.
"Biasanya kalau kita lihat di multivitamin itu ada kadar vitamin A. Tapi dosisnya rata-rata, bukan dosis yang besar. Ini yang dijadikan program oleh pemerintah, dosis tinggi untuk bayi dan anak," katanya.
Prof Rini juga menyampaikan orang tua dapat membantu menjaga asupan vitamin A melalui suplementasi serta bahan makanan yang terjamin kebersihan dan kualitasnya. Contoh bahan pangan yang ia sebutkan terdapat pada sumber protein seperti hati dan telur.
Sayuran yang mengandung vitamin A antara lain ubi jalar, wortel, bayam, kale, labu kuning, hingga paprika merah.
“Bahan pangannya sebenarnya sebagian besar ada pada sumber protein dan sayuran, hanya kadarnya berbeda-beda. Jadi kalau makan dengan gizi seimbang, semua ada karbohidrat, protein, dan vitamin secara umum, vitamin A-nya tercukupi,” ujar Rini.
sumber : ANTARA

2 hours ago
3











































