Dari Masjid Pantai Bali ke Pura Jagatnatha: Jembrana Bangun Destinasi Wisata Religi Multikultural

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah memberikan dukungan nyata dalam pengembangan wisata religi di Kabupaten Jembrana, Bali, dengan membangun sejumlah fasilitas publik di Kawasan Masjid Pantai Bali.

Kepala Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, meresmikan berbagai sarana tersebut di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pada hari Sabtu. Dalam acara tersebut, ia menekankan bahwa pihaknya membantu penyelesaian Masjid Pantai Bali serta menyediakan sarana latihan manasik haji, termasuk miniatur Kabah, rute sai (Safa‑Marwa), dan fasilitas lempar jumroh.

Fadlul berharap kawasan masjid yang terletak di pinggir pantai ini dapat berkembang menjadi destinasi pariwisata unggulan di Jembrana. Untuk mewujudkan hal itu, BPKH menggunakan anggaran dari dana abadi umat, hasil pengelolaan investasi dana haji,  bukan dari dana haji yang disetorkan masyarakat.

Dalam memberikan bantuan, BPKH menerapkan prinsip gotong‑royong, sehingga tidak seluruh biaya pembangunan ditanggung penuh. Sebagai contoh, untuk Masjid Pantai Bali, BPKH fokus pada finishing bangunan dan penyediaan sarana latihan manasik haji.

Kepala Pelaksana BPKH juga menyoroti kelengkapan sarana latihan manasik haji di masjid ini, yang semula bernama Raudhatul Jannah. Selain miniatur Kabah, di sana juga dibangun Maqom Ibrahim, rute Sai (bukit Safa dan Marwa), fasilitas lempar jumroh, serta replika Masjidil Haram.

Yang lebih istimewa, di dalam miniatur Kabah nantinya akan diisi Alquran dari seluruh dunia, sebuah inisiatif yang dinilai luar biasa. Dengan berkembangnya kawasan ini sebagai destinasi wisata, Fadlul menekankan pentingnya keterbukaan ekonomi bagi masyarakat lokal: “Jangan menjadi kawasan yang eksklusif, termasuk sumber ekonominya. Terima dengan baik siapapun yang datang kesini.”

Setelah selesai dibangun, kawasan Masjid Pantai Bali akan dikelola oleh yayasan dengan jaringan luas, yang telah mendapatkan dukungan dari banyak donatur untuk pengembangan lebih lanjut.

Acara peresmian ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Jembrana Muslihin, Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali Fadian M. Paham, Ketua Yayasan DT Peduli Bascharul Asana, dan Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara Nyoman Pugeg Aryantha.

Jembrana sendiri dikenal sebagai etalase moderasi beragama di Bali. Berbeda dengan kabupaten lain yang didominasi wisata pantai, Jembrana menawarkan keunikan berupa harmoni antara umat Hindu, Islam, dan Kristen yang terjaga selama berabad‑abad.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |