REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Iwan Koswara mengapresiasi capaian penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada November 2025. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Jabar tercatat sebesar 6,66 persen, turun 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 6,77 persen.
Secara jumlah, pada November 2025 tercatat masih ada 1,77 juta orang yang menganggur di Jawa Barat. Angka tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,78 juta orang. Meski penurunannya belum signifikan, Iwan menilai tren ini menunjukkan arah yang positif.
“Penurunan ini patut kita apresiasi. Artinya, ada perbaikan dalam penyerapan tenaga kerja, meskipun tantangan kita masih besar dengan angka pengangguran yang masih di atas satu juta orang,” ujar Iwan kepada Republika.co.id, Kamis (12/2/2026) sore.
Ia juga mengapresiasi Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi (KDM) atas komitmennya dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah. Menurut Iwan, sejumlah kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor industri, UMKM, dan ekonomi kerakyatan mulai menunjukkan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.
“Kami melihat ada keseriusan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Kang Dedi Mulyadi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong sektor produktif agar mampu menyerap tenaga kerja,” katanya.
Namun, Iwan mengingatkan agar pemerintah daerah tidak berpuas diri. Angka 1,77 juta penganggur tetap menjadi pekerjaan rumah besar bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya penguatan program pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, dan pengembangan balai latihan kerja, serta kolaborasi yang lebih erat dengan dunia usaha.
Komisi V DPRD Jabar, kata dia, akan terus mengawal kebijakan ketenagakerjaan agar tepat sasaran dan berkelanjutan. “Bonus demografi harus menjadi peluang, bukan beban. Karena itu, sinergi antara legislatif dan eksekutif perlu terus diperkuat agar tren penurunan pengangguran ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

2 hours ago
5














































