Calon pembeli memilah pakaian bekas impor di Pasar Baru, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Danang Girindrawardana menyebut pemerintah gagal melindungi industri tekstil dalam negeri. Danang mengatakan kegagalan tersebut terlihat dari produk impor ilegal yang tak henti membanjiri pasar domestik.
“80 persen barang-barang bapak-ibu ini kan made in China yang sekarang bisa kita dapatkan dengan mudah. Kita menuju kematian karena pemerintah lalai melindungi dari impor ilegal yang masuk deras ke Indonesia,” ujar Danang dalam acara Bloomberg Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Danang menyampaikan hal tersebut mengancam keberlangsungan industri tekstil dan produk tekstil Indonesia. Ia juga menyoroti daya beli dan gaya hidup masyarakat yang memperparah kondisi tersebut.
“Masyarakat juga gemar membeli produk murah, meski tahu itu kualitas palsu,” ucapnya.
Danang menduga mayoritas produk tekstil hingga produk elektronik yang beredar di Indonesia kini merupakan produk tiruan yang berasal dari China. Ia menyampaikan masyarakat pun mengetahui produk tersebut palsu karena jenama produk tersebut berasal dari negara lain.
“Contoh saja ada merek elektronik yang aslinya berasal dari Inggris dan sangat kredibel untuk audio, tetapi produk tiruannya dari Shenzhen jauh lebih murah. Kita juga senang membeli barang murah, Anda bagian dari itu juga,” sambung Danang.
Danang tidak menampik pemerintah, dalam hal ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, telah bertindak tegas memberantas produk impor ilegal. Namun, lanjut dia, langkah tersebut belum cukup untuk membenahi persoalan maraknya impor produk ilegal.
“Ekspor produk tekstil dalam negeri sepanjang 2025 mengalami kenaikan tipis sekitar 2,17 persen, tetapi juga ada 180 persen peningkatan impor yang masuk ke Indonesia,” kata Danang.
sumber : Antara

2 hours ago
5













































