REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA - Tidak semua perjalanan karier dimulai dengan peta yang jelas. Bagi Ilham Santoso, alumni Program Studi Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya angkatan 2020, perjalanan itu dimulai dari rasa ingin belajar, mencoba, dan beradaptasi di dunia kerja yang penuh tantangan. Kini, ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kejaksaan Republik Indonesia dengan jabatan Pengelola Penanganan Perkara.
Setelah lulus, Ilham memulai kariernya sebagai karyawan di BPRS Al-Madinah, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tasikmalaya. Dua tahun berkarier di perbankan memberinya pengalaman berharga, namun ia merasa ada panggilan lain yang menuntutnya mengambil langkah lebih besar.
“Saat itu saya mencari formasi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya dan menemukan bahwa Kejaksaan RI membuka rekrutmen untuk lulusan D3 Sistem Informasi atau Ilmu Komputer,” ungkap Ilham dalam keterangan pers, Jumat (13/2/2026).
Persiapan Ilham tidak setengah-setengah. Mulai dari kelengkapan administrasi, belajar intensif untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), hingga menjaga fisik dan kesehatan, semuanya dijalani dengan fokus tinggi. Hasilnya, ia berhasil lolos seluruh tahapan seleksi CPNS hanya dalam satu kali pendaftaran.
Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah resmi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Penempatan pertamanya di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, menghadirkan pengalaman baru yang berbeda jauh dari tanah kelahirannya.
“Awalnya ada rasa takut dan khawatir, tetapi dengan beradaptasi dan berbaur dengan lingkungan masyarakat setempat, semua bisa dilalui dengan baik,” cerita Ilham.
Selain adaptasi sosial, Ilham juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang sarat dengan pengetahuan hukum, sementara latar belakang pendidikannya berasal dari bidang teknologi informasi. Tantangan ini justru menjadi motivasi untuknya terus belajar.
“Saya banyak belajar tentang hukum tanpa meninggalkan keilmuan komputer yang saya miliki,” kata dia.
Ilham menekankan peran kampus dalam membentuk karakter dan kesiapan dirinya di dunia kerja. Keterlibatan aktifnya dalam organisasi kemahasiswaan selama kuliah melatihnya manajemen waktu, kerja tim, dan kepemimpinan. Ilmunya pun terbukti nyata di tempat kerja. Ia berhasil melakukan inovasi dengan mengubah sistem kerja manual menjadi digital, khususnya dalam hal register dan persuratan.
“Hal tersebut menjadi sebuah prestasi dan inovasi baru bagi satuan kerja tempat saya bertugas,” ucap Ilham.
Bagi Ilham, kunci kesuksesan adalah tidak pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki serta terus beradaptasi dan belajar hal baru. Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa ijazah saja tidak cukup tanpa keterampilan praktis, portofolio, dan sikap profesional.
“Mahasiswa harus mengembangkan soft skill dan hard skill sejak dini, membangun portofolio, serta menanamkan sikap disiplin dan bertanggung jawab,” kata Ilham.
Ilham memberikan motivasi bagi mahasiswa dan alumni UBSI kampus Tasikmalaya agar berani menentukan tujuan dan konsisten dalam proses meraihnya.
“Tentukan arah tujuan dan konsisten dalam setiap prosesnya. Fortis fortuna adiuvat, keberuntungan akan berpihak kepada orang yang berani,” kata Ilham.

2 hours ago
5















































