REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — China semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan baru ilmu pengetahuan dunia. Dalam pemeringkatan terbaru Nature Index Research Leaders, China menempati posisi teratas sebagai negara dengan kontribusi terbesar terhadap publikasi ilmiah berkualitas tinggi, mengungguli Amerika Serikat dan Jerman.
Dominasi Beijing juga terlihat pada daftar lembaga penelitian terbaik dunia. Sebanyak sembilan dari sepuluh institusi riset teratas berasal dari China. Sementara itu, Universitas Harvard dari Amerika Serikat berada di peringkat ketiga, sedangkan Max Planck Society dari Jerman menempati posisi ke-13.
Nature Index merupakan salah satu tolok ukur internasional yang mengukur kontribusi lembaga penelitian dan negara berdasarkan publikasi pada jurnal-jurnal ilmiah paling bergengsi di dunia.
Data tersebut menunjukkan bahwa lembaga-lembaga riset China kini memimpin dalam berbagai disiplin ilmu strategis, termasuk biologi, kimia, fisika, serta berbagai cabang ilmu terapan. Sebaliknya, institusi Amerika Serikat masih mempertahankan keunggulan terutama di bidang ilmu kesehatan dan ilmu sosial.
Direktur Manajemen Informasi German Research Foundation (DFG), Richard Heidler, menilai kebangkitan sains China bukanlah fenomena yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil investasi yang konsisten selama puluhan tahun.
"Pada awal tahun 2000-an, China terutama memiliki volume publikasi ilmiah yang besar. Namun dalam satu dekade terakhir, negara ini juga menghasilkan semakin banyak publikasi yang memiliki dampak ilmiah tinggi dan banyak dikutip," kata Heidler.
Senada dengan itu, juru bicara Max Planck Society, Christina Beck, mengatakan peningkatan kualitas riset China berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan.
Menurut Beck, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari strategi jangka panjang pemerintah China yang secara konsisten meningkatkan pendanaan bagi universitas dan lembaga penelitian nasional.
"China tidak hanya menerbitkan lebih banyak publikasi ilmiah, tetapi juga publikasi yang kualitasnya terus meningkat," ujarnya.

6 hours ago
5

















































