Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berpesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil Indonesia tidak terbawa arus yang justru dapat merugikan rakyat Palestina.
Pesan tersebut disampaikannya usai mengikuti pertemuan antara Presiden Prabowo dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan 16 ormas Islam serta tokoh pesantren dari berbagai daerah.
"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," kata Gus Yahya, sapaan akrabnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Gus Yahya mengatakan para undangan yang hadir mendapatkan penjelasan dari Presiden Prabowo mengenai berbagai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina.
Presiden Prabowo, kata dia, menjelaskan secara rinci pertimbangan-pertimbangan kebijakan yang bersifat realistis sesuai dengan kondisi dan peluang yang ada saat ini, agar Indonesia dapat berkontribusi secara lebih konkret dan berdampak nyata bagi Palestina.
Termasuk keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Amerika Serikat, dengan diiringi konsolidasi bersama negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang turut berpartisipasi dalam inisiatif tersebut.
sumber : Antara

3 hours ago
4















































