Bukti Iran tak Melupakan Gaza dan Front Perlawanan Lainnya

11 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran memutuskan untuk menangguhkan semua proses perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/6/2026). Keputusan Iran ini seperti dilaporkan Tasnim, sebagai bentuk protes Teheran terhadap pelanggaran kesepakatan gencatan senjata, yakni agresi terhadap front perlawanan di Gaza dan Lebanon oleh Israel.

Pejabat dan negosiator Iran menegaskan, bahwa penghentian segara agresi dan operasi brutal rezim zionis di Gaza dan Lebanon dan perlunya penarikan pasukan Israel keluar dari wilayah pendudukan di Lebanon menjadi tuntutan mereka. Teheran menegaskan tidak akan ada pembicaraan lanjutan hingga Iran dan aliansi perlawanan setuju atas respons terhadap tuntutan itu.

Merujuk pada Israel, Tasnim melaporkan, "menimbang pada berlanjutnya kejahatan rezim Zionis di Lebanon dan menimbang Lebanon adalah salah satu prasyarat dari gencatan senjata dan bahwa gencatan senjata ini telah dilanggar di semua front, termasuk Lebanon, tim negosiator Iran saat ini menghentikan perundingan dan pertukaran teks melalui mediator."

Masih dilaporkan Tasnim, Iran menuntut akhir dari "operasi agresif dan brutal militer di Gaza and Lebanon" dan mendesak "penarikan sepenuhnya Israel dari wilayah pendudukan di Lebanon".

Komando militer pusat Iran, Khatam al-Anbiya pun mengeluarkan peringatan kepada semua warga Israel utara untuk segera meninggalkan rumah mereka jika Israel merealisasikan ancamannya untuk menyerang pinggiran selatan Beirut yang selama ini terkenal sebagai wilayah kantong pejuang Hizbullah. 

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh layanan berita pemerintah IRNA, komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya mengatakan peringatan itu merupakan tanggapan terhadap perintah pemindahan paksa oleh militer Israel di Dahiyeh, Lebanon.

Beberapa jam setelah peringatan keras dari Teheran, Presiden AS Donald Trump lewat akun media sosial Truth Social mengumumkan bahwa dirinya telah menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memastikan bahwa Israel tidak akan mengebom Beirut. Trump pun mengeklaim telah menghubungi pimpinan Hizbullah dan meminta mereka untuk berhenti menembaki Israel dan tentaranya.

Trump kemudian menambahkan, "Perundingan berlanjut, dalam kecepatan yang cepat, dengan Republik Islam Iran." Atas klaim Trump ini, Iran belum memberikan respons akan akan melanjutkan perundingan perdamaian.

Netanyahu lewat akun resminya di X, mengonfirmasi telah berbicara dengan Trump. Namun, ia menegaskan tetap akan mengebom Beirut jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota dan warga di utara Israel.

sumber : Antara, IRNA, Anadolu,

Read Entire Article
Politics | | | |