Brian May 'Queen' Ogah Konser di Amerika, Gara-Gara Kepemimpinan Donald Trump?

3 days ago 8

Gitaris band Queen, Brian May. Dia mengatakan bahwa band legendaris tersebut enggan kembali melakukan tur di Amerika Serikat. la menilai, di bawah kepemimpinan Donald Trump negara tersebut kini menjadi tempat berbahaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gitaris Queen, Brian May, mengatakan bahwa band legendaris tersebut enggan kembali melakukan tur di Amerika Serikat. la menilai, di bawah kepemimpinan Donald Trump negara tersebut kini menjadi tempat berbahaya.

Queen terakhir kali menggelar tur di Amerika Utara pada 2023 melalui tur ambisius Rhapsody Tour bersama Adam Lambert. Namun, dalam wawancara terbaru dengan Daily Mail, May menepis kemungkinan Queen kembali tampil di AS dalam waktu dekat.

"Amerika adalah tempat yang berbahaya saat ini, jadi itu harus dipertimbangkan," kata May seperti dilansir laman NME, Sabtu (31/1/2026).

la mengaku sedih melihat perubahan yang terjadi di Amerika Serikat sejak Queen pertama kali mengunjungi negara tersebut pada masa awal karier mereka. "Ini sangat menyedihkan, karena saya merasa Queen tumbuh besar di Amerika dan kami mencintainya, tetapi sekarang sudah tidak seperti dulu. Banyak orang sekarang berpikir dua kali untuk pergi ke sana," kata dia.

Pernyataan May muncul di tengah situasi yang memanas di Amerika Serikat. Sejumlah figur publik dan musisi menyuarakan kritik seiring berlanjutnya aksi protes terhadap Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Kematian seorang ibu bernama Renee Good, yang tewas ditembak oleh agen ICE memicu kemarahan luas di berbagai negara bagian. ICE sendiri menyebut operasinya di Minnesota sebagai operasi deportasi massal terbesar dalam sejarah Amerika.

Sejumlah selebritas yang mengecam ICE dan Presiden Donald Trump antara lain Billie Eilish, Sabrina Carpenter, Green Day, Neil Young, Moby, Zara Larsson, Joe Keery, Yuri Lowenthal, Duran Duran, Dave Matthews, dan lainnya. Bruce Springsteen juga merilis single baru berjudul "Streets Of Minneapolis" sebagai penghormatan untuk kota tersebut sekaligus bentuk protes terhadap Trump dan ICE. Sementara itu, Billy Bragg meluncurkan lagu "City Of Heroes" sebagai penghormatan atas keberanian warga Minneapolis.

Pada 2020, Queen mengungkapkan bahwa mereka menghadapi perjuangan berat untuk mencegah Trump menggunakan musik mereka dalam kampanye pemilihannya. Band tersebut memblokir penggunaan lagu "We Will Rock You" pada 2019 dan sebelumnya juga berselisih dengan Trump pada 2016.

Read Entire Article
Politics | | | |