Seorang anak laki-laki Indonesia menunggu setelah menerima vaksin Covid-19 saat vaksinasi untuk anak-anak berusia antara enam hingga sebelas tahun di kantor polisi di sebuah under pass di Pamulang, Banten, Indonesia, 06 Januari 2022.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan mulai 2027 anak laki-laki usia 11 tahun akan menerima vaksin Human Papillomavirus (HPV) sebagai upaya menekan angka kanker serviks di Indonesia. Budi menjelaskan meskipun laki-laki tidak dapat menderita kanker serviks, mereka dapat menjadi pembawa (carrier) dan menularkan virus HPV penyebab kanker serviks kepada pasangan seksualnya.
“Pada 2027 kita akan mulai ke anak laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, mereka bisa membawa penyakitnya ke pasangan. Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa. Oleh karena itu, kita ingin mengakselerasi pencegahan kanker serviks dengan kampanye vaksin HPV yang masif,” katanya pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Budi menjelaskan saat ini terdapat sekitar 10 ribu puskesmas di seluruh Indonesia yang dapat melayani skrining atau deteksi dini kanker. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan dalam lima tahun ke depan sebanyak 40 juta perempuan di Indonesia dapat menjalani deteksi dini kanker.
“Target kita 40 juta dalam lima tahun. Seluruh perempuan Indonesia di atas 30 tahun minimal harus mendapatkan skrining kanker serviks dan payudara. Jika bisa ditemukan lebih awal, maka dapat ditangani sedini mungkin karena kanker dapat disembuhkan dengan deteksi dini,” ujarnya.
Budi menegaskan kanker serviks menjadi pembunuh nomor dua terbanyak bagi perempuan setelah kanker payudara. Oleh karena itu, pada 2023 pemerintah meluncurkan program nasional vaksin HPV yang menargetkan 2,1 juta perempuan usia 11 tahun.
“Target kita 2,1 juta perempuan usia 11 tahun, dan dalam tiga tahun kita telah mencapai 1,9 juta perempuan yang telah dideteksi dini kanker. Saya senang karena ini menjadi target yang ingin saya lihat,” ucap Budi.
Ia menambahkan, setelah mencapai target 2,1 juta perempuan yang terdeteksi dini kanker serviks, Kemenkes akan mengejar target perempuan usia 15 tahun.
“Mungkin pada usia 11 tahun ada yang tidak mendapatkan imunisasi. Karena itu, mulai tahun ini kita juga menyasar perempuan usia 15 tahun. Kami masih memikirkan apakah akan melanjutkan program pada perempuan usia 21 tahun, tetapi yang jelas pada 2027 kita akan mengimunisasi anak laki-laki usia 11 tahun, sehingga diharapkan angka kanker serviks di Indonesia bisa turun,” tuturnya.
sumber : ANTARA

2 hours ago
2















































