Menteri PU Targetkan 1.200 Huntara Rampung Sebelum Ramadhan 1447 H

2 hours ago 3

Warga melintasi hunian sementara (Huntara) Danantara di Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (25/1/2026).Sebanyak 600 unit huntara yang berada di dalam satu kawasan tersebut sudah mulai ditempati oleh warga korban bencana banjir bandang akhir November 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan pembangunan 1.200 hunian sementara (huntara) bagi penyintas bencana di Sumatera dapat selesai sebelum Ramadhan 1447 Hijriah. Kementerian PU mendapat amanah membangun 1.200 unit huntara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Sumatera.

“Huntara yang dibangun Kementerian PU ditargetkan selesai seluruhnya sebelum Ramadhan,” ujar Dody di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Hunian yang dibangun Kementerian PU tersebut menjadi solusi tempat tinggal yang layak dan aman bagi masyarakat selama masa rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan modular agar hunian dapat segera ditempati, sekaligus tetap memperhatikan aspek kenyamanan, sanitasi, dan fasilitas dasar pendukung kehidupan warga.

Sebagai informasi, pembangunan hunian tersebut merupakan bagian dari tahapan pemulihan yang dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan hunian ini dapat segera ditempati oleh masyarakat. Pekerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari penyiapan lahan, pembangunan unit hunian, hingga penyediaan sarana pendukung seperti sanitasi dan akses air bersih.

Target Kementerian PU adalah memastikan warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan layak.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas kerja cepat dan terukur dalam menghadirkan hunian sementara bagi warga terdampak bencana.

Menurut AHY, kehadiran huntara tidak hanya menjawab kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga menjadi pelecut semangat untuk mempercepat pemulihan wilayah dan kehidupan masyarakat pascabencana.

Upaya yang dilakukan Kementerian PU patut diapresiasi karena mampu menghadirkan solusi nyata di lapangan dalam waktu relatif singkat. Hal ini menjadi pemicu penting agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

Kementerian PU dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan terus mengawal penanganan pascabencana hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan infrastruktur dasar lainnya, dengan berkoordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |