Borong Empat Gelar di Thailand Masters 2026, Ini Komentar Para Pemain Indonesia

2 days ago 5

Moh Zaki Ubaidillah (kiri) setelah menjuarai Thailand Masters 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia tampil dominan pada ajang Thailand Masters 2026. Kontingen Merah Putih sukses keluar sebagai juara umum setelah memborong empat gelar juara dari lima nomor yang dipertandingkan pada laga final di Stadion Nimibutr, Bangkok, Thailand, Ahad (1/2/2026). Selain empat gelar, Indonesia juga memastikan dua podium lewat all Indonesian final.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi bulu tangkis Indonesia pada awal musim 2026. Gelar juara datang dari nomor tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, menunjukkan meratanya kekuatan para pemain Indonesia di turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut.

Pada nomor ganda putri, pasangan anyar Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti tampil impresif meski sempat kehilangan gim pertama. Amallia mengaku bersyukur bisa langsung meraih gelar bersama pasangan barunya. “Alhamdulillah senang sekali bisa juara. Ini modal penting untuk kami ke depan,” ujar Amallia.

Fadia mendedikasikan gelar tersebut untuk jajaran pelatih dan tim ganda putri Pelatnas PBSI. Ia berharap hasil ini dapat meningkatkan kepercayaan diri seluruh pemain.

Dominasi Indonesia berlanjut di sektor ganda putra. Partai final mempertemukan dua pasangan Merah Putih, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melawan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Leo mengaku gelar ini terasa spesial setelah cukup lama puasa gelar. “Kami sudah lama tidak juara, ini jadi titik kebangkitan,” kata Leo.

Bagas menambahkan, kemenangan ini menjadi pelecut semangat untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya tanpa cepat berpuas diri.

Gelar ketiga Indonesia disumbangkan dari nomor ganda campuran lewat Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Indah menyebut ketenangan menjadi kunci keberhasilan mereka membalikkan keadaan.

“Kami sempat tertinggal, tapi berusaha tetap tenang dan mengambil alih ritme,” ujarnya.

Adnan menegaskan kepercayaan diri menjadi faktor utama kemenangan. Gelar tersebut mereka persembahkan untuk pelatih, keluarga, dan diri sendiri.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |