Begini Upaya Bandung Barat Kejar Target Produksi Padi di Tengah El Nino

1 hour ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan produksi padi tahun 2026 mencapai 265.368,2 ton gabah kering panen (GKP). Langkah pun sudah disusun untuk mengejar target di tengah ancaman gagal panen karena tahun ini masuk fenomena El Nino.

Berdasarkan data produksi padi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Bandung di semester I tahun 2026 hanya mencapai 144.977 ton GKP atau setara dengan 81.514 ton beras. Hal ini menunjukkan penurunan sebanyak 11,59 persen jika dibandingkan dengan produksi padi pada semester 1 tahun 2025 yang mencapai 163.974 ton GKP setara 92.194 ton beras

"Secara keseluruhan, target produksi padi tahun 2026 sebesar 265.368,2 ton GKP. Sedangkan capaian produksi tahun 2025 sebesar 302.518,3 ton GKP. Produksi gabah diproyeksikan akan mengalami penurunan sekitar 10-15 persen pada MT II 2026 jika tidak ada intervensi penanganan kekeringan," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Rabu (5/8/2026).

Hasil panen padi didapat dari 18.093,77 hektare lahan baku sawah yang terdiri dari sawah irigasi teknis seluas 3.737,43 hektare dan sawah non irigasi seluas 14.356,34 hektare tang tersebar di 13 kecamatan sentra tanaman pangan padi.

"Saat ini belum ada desa yang sudah mengalami kekeringan total, namun berdasarkan data petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) BPTPH Provinsi Jawa Barat desa yang terancam mengalami kekeringan mencapai 433 hektare," ujar Jeje.

Untuk mengantisipasi kekeringan dan gagal panen di musim kemarau tahun ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan berbagai stakeholder terkait seperti pemerintah pusat, provinsi, TNI dan Polri berupaya melakukan mitigasi dan penanganan dengan cara. Dari mulai penyediaan prasarana pertanian.

"Penguatan infrastruktur pengairan pertanian diantaranya pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi air tanah, peningkatan jaringan irigasi (primer/sekunder/tersier) dan bangunan konservasi air," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim menambahkan, mitigasi ancaman kekeringan yang berdampak terhadap lahan sawah juga dilakukan dengan penyediaan sarana pertanian. Seperti erealisasikan bantuan 157 unit pompa air 3 inci bersumber dari APBN 2026 yang didistribusikan sepanjang Mei hingga Juni di 13 kecamatan terdampak.

"Luas pengairan seluas 785 hingga 1.500 hektar dengan koefisien pelayanan 5 sampai 10 hektare, tergantung dari kondisi lahan. Kemudian kami menyarankan penggunaan benih padi varietas tahan kekeringan Inpari 42, Inpari 48 dan benih jagung hibrida untuk MK 2026," kata Lukmanul.

Pihaknya juga melakukan penyuluhan dan pendampingan. Petani sudah dianjurkan untuk melakukan penyesuaian budidaya tanaman diantaranya dengan melakukan teknis budidaya hemat air. Seperti menggunakan komoditas dan varietas tahan kekeringan yakni inpago, palawija, dan lainnya.

"Metode SRI (System Rice Intensification), penggunaan mulsa, penggantian komoditas tanaman atau diversifikasi tanaman serta pergeseran waktu tanam juga bisa dilakukan petani," ujar Lukmanul. 

Read Entire Article
Politics | | | |