3 Dekade Terputus, Jembatan Permata Kembali Sambungkan Asa 2.500 Warga Jabar-Banten

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mimpi panjang warga di perbatasan Provinsi Jawa Barat dan Banten akhirnya terwujud. Penantian selama tiga dekade tersebut berbuah manis seiring diresmikannya Jembatan Permata, Sabtu, (17/1/2026). Infrastruktur vital ini menghubungkan Desa Pasirbaru (Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat) dengan Desa Cibareno (Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten).

Jembatan yang sempat hanyut diterjang banjir pada tahun 1995 silam ini kembali berdiri kokoh berkat sinergi strategis antara Sinergi Foundation melalui program Sasaka Indonesia, Permata Bank Syariah, serta swadaya masyarakat setempat.

Hadirnya Jembatan Permata tidak sekadar menyatukan dua wilayah secara geografis. Jembatan ini menjadi simbol harapan yang menguatkan kembali aspek ekonomi, pendidikan, dan sosial yang sempat terhambat selama 30 tahun. Kini, manfaatnya langsung dirasakan oleh lebih dari 2.500 warga yang kini memiliki akses mobilitas yang lebih layak dan bermartabat.

Strategic Partnership Sinergi Foundation, Dedi Sutrisno mengatakan tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah memberikan akses bagi masyarakat di daerah yang sulit dijangkau. Ia meyakini infrastruktur ini akan mendongkrak kualitas hidup warga melalui kemudahan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Alhamdulillah, berkat kolaborasi semua pihak, renovasi jembatan gantung bordes ini selesai. Kami berharap ini memberikan dampak besar bagi perubahan kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Dedi.

Dirinya menegaskan, pembangunan jembatan Permata didesain dengan mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan. Proses pengerjaan berlangsung selama kurang lebih 90 hari, sejak akhir November 2025 hingga rampung pada 8 Januari 2026.

“Jembatan ini memiliki panjang sekitar 51 meter dan lebar 1,2 meter, dengan alas berbahan bordes. Kami memastikan material yang digunakan memberikan rasa aman bagi warga yang melintas setiap hari,” kata Dedi.

Wakil Ketua UPZDK, Awaludin Gumbira menekankan proyek ini adalah bentuk optimalisasi penyaluran dana umat agar berdampak luas dan berkelanjutan. “Mari kita pandang jembatan ini secara luas. Di dalamnya terkandung esensi pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan,” kata dia.

Harapan Baru bagi Warga

Apresiasi datang dari tokoh masyarakat setempat, H. Syamsudin. Sebagai warga Kampung Bantar Kelapa, Desa Cibareno, ia menceritakan betapa sulitnya akses warga selama puluhan tahun.

“Selama ini warga harus memutar jalan dengan jarak yang jauh. Selain memakan waktu dan tenaga, biaya perjalanan pun membengkak. Dengan adanya jembatan ini, aktivitas ekonomi terdongkrak, dan anak-anak bisa pergi sekolah dengan lebih aman,” kata H. Syamsudin terharu.

Sebagai pelengkap kebahagiaan warga pada hari peresmian, Sinergi Foundation juga menyalurkan 40 paket sembako bagi lansia dhuafa di wilayah tersebut. Melalui peresmian ini, Jembatan Permata diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Jabar-Banten.

Read Entire Article
Politics | | | |