Danantara Jadi Pemegang Saham BEI, Pandu Ingin Tiru Hong Kong dan India

2 hours ago 6

Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara Pandu Patria Sjahrir (kanan) berdialog bersama Dirpem LKBN ANTARA Irfan Junaidi (kiri) pada acara ANTARA Business Forum 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025). Dialog tersebut membahas tentang sudut pandang mengoptimalkan bisnis dan memaksimalkan imbal hasil investasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Chief Investment Officer (CEO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyampaikan rencana Danantara Indonesia menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia (BEI). Pandu ingin meniru apa yang telah dilakukan Hong Kong dan India.

"Kita harus belajar dari apa yang telah dilakukan India. Kita juga harus belajar dari Hong Kong. Mereka telah melakukannya dengan sangat baik. Seperti tahun lalu, saya rasa itu rekor global untuk IPO yang dilakukan di Hong Kong," ujar Pandu saat menghadiri acara China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 SCMP bersama Danantara Indonesia dan Kadin Indonesia di The St. Regis Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pandu menyampaikan sovereign wealth fund (SWF) di dua negara tersebut pun berpartisipasi sebagai pemegang saham bursa efek masing-masing. Pandu mengisyaratkan persentase saham Danantara di BEI pun tidak jauh berbeda dengan yang telah dilakukan SWF di negara lain. 

"Ini tidak akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi di Hong Kong beberapa waktu lalu," sambung dia. 

Pandu menyampaikan Danantara belajar banyak dari Hong Kong yang telah memisahkan fungsi regulator dengan pemegang saham. Pandu menjelaskan demutualisasi merupakan peralihan menjadi perusahaan yang sepenuhnya berorientasi laba. 

"Peran pemegang saham pun sangat mirip. Jika Anda melihat Hong Kong secara khusus, hanya ada dua atau tiga pemegang saham yang pada dasarnya investor keuangan," lanjut Pandu. 

Read Entire Article
Politics | | | |