Satu Tahun Program Cek Kesehatan Gratis: Transformasi Nasional dari Mengobati Menjadi Mencegah

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tepat satu tahun sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menorehkan capaian masif. Hingga awal 2026, tercatat lebih dari 70 juta rakyat Indonesia telah merasakan manfaat layanan kesehatan preventif ini secara cuma-cuma.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya besar pemerintah untuk mengubah paradigma kesehatan masyarakat, dari yang semula kuratif (mengobati) menjadi preventif (pencegahan). Saat meninjau Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/2), Pratikno mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan ini secara rutin.

"Layanannya kini tidak lagi hanya menunggu hari ulang tahun, tapi bisa dilakukan setiap saat. Bahkan, petugas kini jemput bola dengan hadir di kantor, sekolah, hingga pabrik," ujar Pratikno. Ia pun memuji efisiensi alur pelayanan di puskesmas yang kini mampu mengintegrasikan pengecekan tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol, hingga rekam jantung (EKG) dalam satu alur yang ringkas.

Generasi Pembelajar yang Tangguh

Di sektor pendidikan, program CKG juga menunjukkan dampak yang signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa sebanyak 25 juta lebih pelajar dari tingkat SD hingga SMA di 202 ribu sekolah telah menjalani skrining kesehatan dini.

"Tujuannya agar mereka menjadi generasi yang kuat secara fisik dan mampu berprestasi. CKG bukan merupakan vonis, melainkan informasi awal agar pelajar tahu pola hidup sehat apa yang harus dilakukan," kata Mu'ti saat meninjau pelaksanaan CKG di Sekolah Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara.

Manfaat nyata dirasakan oleh para siswa, salah satunya Nathan Imanuel. Siswa IPEKA Sunter ini mengaku terbantu setelah hasil pemeriksaan pertamanya memberikan rekomendasi untuk penanganan kesehatan mata. "Setelah mengikuti rekomendasi dokter, kondisi mata saya membaik dan sekarang menjadi lebih nyaman saat belajar di kelas," ungkapnya.

Kabupaten Tangerang: Tertinggi di Level Nasional

Keberhasilan program ini juga terlihat di level daerah, di mana Kabupaten Tangerang mencatatkan diri sebagai wilayah dengan capaian target tertinggi secara nasional. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, melaporkan bahwa pada tahun 2025, realisasi cakupan CKG di daerahnya mencapai 1,3 juta jiwa atau 106 persen dari target awal.

"Atas prestasi ini, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi berupa tambahan alokasi alat rekam jantung (EKG) untuk 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang. Tahun 2026 ini, kami menargetkan perluasan jangkauan hingga 1,6 juta jiwa," jelas Hendra.

Perluasan jangkauan ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan transisi menuju masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Dengan cakupan pemeriksaan yang meliputi kesehatan fisik hingga skrining jiwa, program CKG diharapkan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan kesehatan nasional jangka panjang, memastikan setiap warga negara, mulai dari ibu hamil, pelajar, pekerja, hingga lansia, mendapatkan hak dasar atas informasi kondisi kesehatan mereka sedini mungkin.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |