REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui penjajakan dan pengembangan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Uzbekistan. Fokus utama kolaborasi diarahkan pada bidang kedokteran, student exchange, hingga pengembangan kurikulum bersama.
Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi kerja sama yang telah dirancang sejak beberapa tahun lalu.
“Jadi sebenarnya kerja sama ini sudah beberapa tahun yang lalu diinisiasi dan sekarang ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu, (9/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, tim UMS mendatangi sejumlah kampus di Uzbekistan, salah satunya Bukhara University of Innovation. Kampus tersebut tengah merancang pendirian Fakultas Kedokteran bertaraf internasional dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Kunjungan UMS di Bukhara University of Innovation disambut langsung oleh Sharipov Shavkat Safaroch selaku Vice Rector for Strategic Development. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kerja sama pengembangan Fakultas Kedokteran internasional.
UMS diminta terlibat dalam penyusunan kurikulum bersama sekaligus pengiriman dosen untuk mendukung pengembangan fakultas tersebut.
“Mereka ingin mendirikan Fakultas Kedokteran yang mahasiswanya dari seluruh dunia, seperti global campus. Kemudian UMS diminta bekerja sama untuk mengirimkan dosen-dosen dan menyiapkan kurikulum bersama,” kata dia.
Selain itu, UMS juga menjajaki kolaborasi dengan Bukhara State Medical Institute Named After Abu Ali Ibn Sino di bawah Kementerian Kesehatan Uzbekistan. Delegasi UMS diterima langsung oleh Shukrat Jumayevich TESHAYEV.
Kerja sama yang dijajaki meliputi student exchange bagi mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran, joint conference, joint publication, hingga kolaborasi akademik antarprofesor dan program doktoral.
“Mereka sangat terbuka untuk melakukan banyak kerja sama di bidang kedokteran. Bahkan mereka juga menawarkan summer school,” kata Ihwan.
UMS juga melanjutkan penjajakan dengan Tashkent State Medical University yang disambut oleh Jakhongir ISRAILOV. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama internasional, visiting lecture, konferensi akademik, serta penguatan mobilitas mahasiswa dan dosen.
Selain kampus negeri, UMS menjajaki kolaborasi dengan Jarmet University yang memiliki fokus pada bidang kedokteran. Meski belum sampai pada tahap student exchange, kerja sama diarahkan pada visiting lecture dan konferensi internasional.
Di sela kunjungan tersebut, rombongan UMS juga mengunjungi mahasiswa UMS yang sedang mengikuti program student exchange di Milad Umidi University. Program pertukaran mahasiswa ini telah berjalan selama tiga semester berturut-turut, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Ia menegaskan program internasionalisasi di UMS terbuka bagi seluruh mahasiswa, tidak hanya mahasiswa kelas internasional.
“Kita buka untuk semua mahasiswa yang memang ingin melakukan student exchange. Biasanya ada tes, terutama bahasa Inggris. Kalau mereka lolos, mereka bisa mengikuti student exchange,” katanya.
Rangkaian kunjungan UMS berlangsung di beberapa wilayah Uzbekistan, mulai dari Tashkent, Sir Daryo, Bukhara, hingga Samarkand. Tim UMS yang terlibat dalam kunjungan tersebut terdiri atas Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Andy Dwi Bayu Bawono, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Kedokteran Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., serta dari Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D.
Menurutnya, kampus-kampus di Uzbekistan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kerja sama dengan UMS, terutama dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan program internasional.
“Mereka sangat apresiasi dengan kerja sama ini dan sangat antusias, terutama terkait fasilitas-fasilitas yang mungkin akan diberikan oleh UMS,” kata dia.

4 hours ago
7

















































